Berita

Ayn Rand/Net

Jaya Suprana

Altruisme Versus Objektivisme

MINGGU, 03 MARET 2019 | 09:16 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DALAM upaya mempelajari kemanusiaan, saya memperoleh keyakinan bahwa apa yang disebut sebagai altruisme merupakan suatu sikap dan perilaku peradaban selaras makna adiluhur di dalam sila Kemanusiaan Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia.

Namun ternyata tidak semua orang memiliki keyakinan yang sama dengan saya. Yang meyakini altruisme tidak sesuai kodrat sosiobiologis adalah Ayn Rand.

Objektivisme


Ayn Rand adalah seorang penulis dan pemikir Amerika Serikat kelahiran Rusia yang menggagas falsafah objektivisme maka senantiasa berada di gugus terdepan barisan laskar pendukung mashab kapitalisme.

Tiga puluh tahun setelah kematiannya, penjualan buku tulisan Ayn Rand masih berjumlah ratusan ribu per tahun.

Pemberhalaan pemikiran Ayn Rand makin meningkat sejak krisis ekonomi 2008 yang menggerogoti kebenaran kapitalisme. Di antara para pemuja objektifisme kreasi Ayn Rand terdapat selebritas seperti Brad Pitt, Eva Mendes serta tokoh politik pemerhati kapitalisme seperti Paul Ryan, Ted Cruz.

Kaum oposisi menuduh Donald Trump anggota setia Ayn Rand fans club. 

Inti makna filsafat objektivisme Ayn Rand yang juga merupakan sukma utama novel-novelnya adalah bahwa kepentingan pribadi yang tidak terkekang pada hakikatnya bersifat positif serta konstruktif sementara altruisme bersifat negatif bahkan destruktif.    

Dengan logika seperti itu, kontrol agama, etika, moral, akhlak sosial dan politik yang menghalangi individu dari mengejar kepentingan pribadi harus ditiadakan.

Prososial

Bagi Ayn Rand adalah Das Sein alias fakta nyata bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk bekerja sama dan saling memperhatikan, sebagaimana dicatat oleh banyak antropolog yang mempelajari masyarakat pemburu-pengumpul.

Kecenderungan prososial ini bermasalah karena perilaku seperti itu jelas mengurangi kepentingan pribadi maka tidak boleh ada.

Rand menyelesaikan kontradiksi ini dengan mengklaim bahwa manusia dilahirkan tabula rasa ibarat kertas kosong dengan kecenderungan prososial, terutama altruisme sebagai penyakit sosial yang dipaksakan sebagai sejeniss hoax alias kebohongan berbahaya yang menyebabkan manusia mengkhianati realitas biologis.

Liberalisme

Filsafat kemandirian yang didayagunakan demi mengejar kepentingan pribadi sebagai kepentingan tertinggi di atas segalanya memang merupakan versi ideal cita-cita utama liberalisme gaya Amerika Serikat yaitu kerja keras, kebebasan tanpa batas dan individualisme.

Semua itu menjanjikan dunia yang lebih baik jika orang hanya dibiarkan mengejar kepentingan diri sendiri tanpa memperhatikan dampak tindakan mereka terhadap orang lain. Dengan alasan bahwa orang lain hanya mengejar kepentingan diri mereka sendiri juga.

Mohon dimaafkan bahwa bagi saya pribadi yang masih jatuh bangun dalam upaya  mempelajari apa yang disebut filsafat, terkesan bahwa pemikiran Ayn Rand terjebak perangkap das Sein sehingga enggan memberi ruang gerak bagi anggapan mengenai perlunya das Sollen sebagai pedoman perjalanan peradaban umat manusia. [***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan yang tidak sependapat dengan Ayn Rand


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya