Berita

Ferry Mursyidan Baldan/RMOL

Politik

DEBAT PILPRES

Ferry Mursyidan Baldan: Moderator Harus Berani Tegur Peserta Yang Serang Personal

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 13:31 WIB | LAPORAN:

. Moderator debat Pilpres diharapkan mampu menjaga tata tertib yang sudah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Termasuk tata tertib tentang tidak menyerang personal.

Direktur Direktorat Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan hal itu akan disampaikan langsung dalam rapat koordinasi dan evaluasi debat bersama KPU dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.

Sebab dalam catatan BPN, terang mantan Menteri ATR/Kepala BPN ini, Jokowi sudah dua kali menyerang pribadi Prabowo.


"Menurut saya kategori menyerang pribadi itu kemarin terlihat ketika debat pertama soal Ketua Umum Gerindra (menandatangani caleg mantan napi korupsi). Kedua berkaitan lahan. Itu kan menurut saya (Jokowi) penggunaan kalimatnya jelas-jelas berniat untuk menyerang," kata Ferry Mursyidan di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/2).

Debat ketiga Pilpres hanya akan diikuti oleh dua calon wakil presiden Maruf vs Sandi. Debat yang akan berlangsung pada 17 Maret 2019 akan membahas tentang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial kebudayaan. Debat Pilpres sendiri akan berlangsung hingga lima kali.

Terkait itu, Ferry Mursyidan Baldan mengaku berharap bahwa ke depan, moderator mampu memainkan perannya dalam menegur kontestan yang menyerang pribadi lawan.

"Itu yang menurut saya moderator berperan menghentikan itu (serangan terhadap pribadi lawan), bahwa ini tidak ada relevansi dalam konteks perdebatan. Ini kan visi misi sebagai capres-cawapres," demikian Ferry Mursyidan. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya