Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Hukuman Kerja Sosial

JUMAT, 08 FEBRUARI 2019 | 07:49 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KETIKA dengan ramah tamah mengantar saya menjenguk Ahmad Dhani di Lapas Cipinang, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Oga G. Darmawan sempat mengeluh mengenai kondisi penjara masa kini yang sudah terlalu amat sangat penuh sesak jauh melampaui batas maksimal daya tampung.

Keprihatinan yang sama juga telah pernah beberapa kali diungkapkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Dr. Yasonna Laoly yang saya kenal memiliki nurani kemanusiaan adiluhur bahwa kondisi lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Apalagi setelah para pengguna narkoba dikriminalkan secara kuantitatif sudah hyperovercrowded sehingga secara kualtitatif sudah tidak manusiawi lagi.

Hukuman Kerja Sosial


Meski bukan ahli hukum namun saya memberanikan diri menggunakan hak asasi saya sebagai seorang warga negara demokratis yaitu hak asasi untuk menyampaikan pendapat.

Maka melalui naskah sederhana yang dimuat RMOL ini dengan penuh kerendahan hati saya menyampaikan pendapat bahwa satu di antara sekian banyak solusi bagi kemelut kepenuh-sesakan lembaga pemasyarakatan di Indonesia masa kini adalah hukuman kerja sosial alias community service punishment seperti yang telah diterapkan di Belanda, Inggris, Australia, Selandia Baru, Arab Saudi.

Bagi para terpidana untuk tindak pidana kategori ringan dapat diterapkan hukuman kerja sosial di mana para terpidana tidak perlu meringkuk di dalam penjara yang sudah penuh sesak namun tetap dapat menunaikan hukuman kerja sosial yang ditimpakan pada dirinya.

Produktif

Secara sosio-kultural jelas bahwa hukuman kerja sosial  lebih produktif ketimbang hukuman pernjara di mana terpidana harus meringkuk di dalam penjara tanpa berbuat apa pun atas biaya negara.

Bahkan secara finansial, konsumsi makan minum mau pun perawatan kesehatan para terpidana harus dibiayai dengan uang negara.

Sementara hukuman kerja sosial malah memungkinkan para terpidana produktif bekerja untuk kepentingan masyarakat tanpa dibayar oleh negara.

Tentu saja bentuk hukuman kerja sosial di Indonesia tidak harus sama persis dengan di negeri lain karena sifat lingkungan sosial dan budaya memang saling beda satu dengan lainnya.

Hukuman kerja sosial dapat disusun sesuai kenyataan kebutuhan di Indonesia secara cermat, seksama dan bijak oleh para ahli hukum bersama para psikolog, sosiolog, antropolog dan ekonom Indonesia.

Yang tidak terbantahkan adalah kenyataan bahwa dibandingkan dengan hukuman penjara pada hakikatnya sukma hukuman kerja sosial lebih selaras dengan makna adiluhur yang terkandung di dalam sila ke dua Pancasila yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. [***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan




Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya