Berita

Ketua Umum PPP Humphrey Djemat/RMOL

Politik

Intervensi Doa Mbah Moen, Ketua Umum PPP: Arogansi Romi Membuat Grass Root Menjauh

SABTU, 02 FEBRUARI 2019 | 16:10 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Pimpinan pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyesalkan kelakuan salah seorang kader partai Kabah itu, Romahurmuzy, yang mengintervensi doa yang dipanjatkan KH Maimoen Zoebair.

Menurut Ketua Umum PPP Humphrey Djemat, tindakan Romi sangat tidak etis dan tidak dapat dibenarkan dari sisi manapun. Upaya Romi untuk meralat doa Mbah Moen itu pun memperlihatkan akhlaknya yang rendah.

“Bukankah saat berdoa terjadi hubungan vertikal seorang manusia dengan Sang Khalik. Jadi ini bersifat sangat pribadi. Kelakuan Romahurmuzy tersebut membuktikan kelancangannya mengintervensi hubungan seorang manusia dengan Sang Pencipta,” ujar Humphrey Djemat yang kini kerap disapa HD dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Sabtu, 2/2).


Jumat kemarin (1/2) Romi ikut rombongan Presiden yang juga calon presiden Joko Widodo ke pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Di akhir pertemuan, Mbah Moen memanjatkan doa agar Prabowo Subianto terpilih sebagai persiden. Padahal saat itu, Jokowi sedang duduk di sebelah kirinya.

Usai doa dipanjatkan, Romi menghampiri Mbah Moen dan berusaha sebisa mungkin agar doa itu diralat. Tak cukup sampai situ, dia dan Jokowi juga mengikuti Mbah Moen ke kamar tidur, dan membuat satu vlog untuk menegaskan agar santri mengikuti Mbah Moen.   

Arogansi seperti yang diperlihatkan Romi inilah yang menurut Humphrey membuat PPP semakin dijauhi grass root.

Sebagai ketua umum, Humphrey merasa perlu mengingatkan agar kader partai yang dia pimpin tidak berbuat seenaknya dan dengan lancang mengintervensi saat seorang ulama besar, kiai, ustaz atau habaib sedang memanjatkan doa. [dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya