Berita

Foto: Net

Dahlan Iskan

Debat Normatif

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 07:23 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SUDAH begitu jelasnya moderator menuntun: agar di sesi penutup masing-masing paslon cooling down. Dengan cara menyampaikan yang sejuk-sejuk. Dan saling memberi apresiasi.

Padahal seharusnya sudah bisa dewasa sendiri. Tanpa perlu dituntun moderator. Apalagi tuntunan itu sampai begitu nyata. Kalimat moderator itu bukan sekedar menuntun lagi. Sudah setingkat memerintahkan. Sampai Ira Kusno, sang moderator, kelihatan terlalu mendikte.

Tapi dua calon presiden kita itu tetap keras kepala. Gagal memberikan kesejukan yang diminta. Maka debat pertama calon presiden Republik Indonesia itu sangat mengecewakan. Kamis malam lalu itu.


Sayang sekali tidak ada yang terucap. Kata-kata saling memuji itu. Setidaknya ucapan saling menghargai. Masing-masing sibuk dengan ego. Padahal begitu banyak yang bisa dipuji. Yang paling sederhana sekali pun.

Capres Jokowi, misalnya, bisa memuji Prabowo soal pakaiannya. Yang jasnya begitu bagus. Yang suaranya begitu lantang. Pujian seperti itu toh tidak akan membuat pengikut Jokowi pindah pilih Prabowo.

Atau bahkan masih bisa bernada ‘menjatuhkan’ lawan. Dengan amat elegannya.

Demikian juga sebaliknya. Capres Prabowo bisa memuji baju hem putih lengan panjang capres Jokowi. Yang kali ini cuttingnya sangat bagus.

Potongan kerah lehernya juga sempurna. Kelihatan sekali baju itu mahal harganya. Toh pujian seperti itu biar pun bisa dibilang nyindir tapi cerdas.

Sungguh sayang. Contoh sesederhana itu pun gagal ditampilkan pemimpin bangsa. Pun sebenarnya tanpa harus ada perintah dari moderator.

Tentu ego boleh tampil dalam debat. Ego adalah bensin penggerak otak. Tapi tampilnya ego yang berlebihan malam kemarin itu tidak membawa citra yang baik: bagi kedua calon.

Menang kalah masih dominan menjadi tujuan. Padahal rakyat ingin melihat adu kecerdasan.

Tidak perlu saling menjatuhkan dengan gaya yang norak. Pilihan-pilihan kalimat malam itu tidak ada yang kelas intelektual. Apalagi filosofi.

Memang capres Jokowi berhasil melayangkan jab mematikan. Yang membuat capres Prabowo gelagapan: isu calon terpidana korupsi terbanyak dan isu porsi wanita yang minim di partainya.

Betapa mudah sebenarnya. Jab itu ditangkis dengan jurus silat. Tapi Prabowo seperti lupa punya padepokan silat raksasa di dekat Taman Mini itu.

Sandi Uno yang masih jernih. Tidak mau terlibat di dua isu itu. Dengan pernyataannya yang proporsional. Serangan Jokowi itu ia nilai ke Partai Gerindra. Yang Sandi mengatakan sudah keluar dari sana.

Tapi Sandi juga terlalu memaksakan skenario yang sudah terlanjur disiapkannya. Isu ekonomi. Semua ia tarik ke ekonomi: saat bicara HAM, bicara korupsi, disabilitas, dan bicara terorisme.

Semua capres masih terlalu dominan bicara normatif. Misalnya “laporkan saja kalau memang ada bukti”.

Bahkan meleset dari dasar-dasar topik. Misalnya “koruptor ditangkap itu tidak termasuk melanggar HAM”.

Prabowo masih sering salah memilih diksi. Jokowi masih sering terasa membaca.

Ahli debat memang tidak ada yang jadi capres. Dan capres tidak ada yang ahli debat. Dan apakah debat memang penting. [***]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya