Berita

Komite Pedagang Pasar/Net

Politik

KPP Dukung Pedagang Tolak Politisasi Pasar

SENIN, 24 DESEMBER 2018 | 16:54 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Komite Pedagang Pasar (KPP) Sumatera Selatan mendukung penolakan politisasi pasar oleh calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

"Pasar itu tempat bertransaksi antara pedagang dan konsumen, bukan tempat untuk berpolitik," kata Ketua DPD KPP Sumsel Asep Jovi Rafik kepada wartawan, Senin (24/12).

Ketua Umum KPP Abdul Rosyid Arsyad menambahkan, apa yang dilakukan para pedagang pasar di Sumsel adalah keinginan dan hakpedagang.


Menurutnya, para pedagang jengah dengan tingkah dan ucapan Sandiaga yang selalu berkunjung ke pasar dan menyebut harga mahal dan terus mengalami kenaikan.

"Yang pasti pedagang kesal dengan ucapan Pak Sandiaga yang bicara mahal dan naik terus harga bahan pokok di pasar. Dan tidak ada bukti konkrit yang sudah dilakukan Pak Sandiaga untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasar seluruh Indonesia semenjak Pak Sandiaga menjadi ketua umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia. Cawapres Sandiaga hanya memberikan janji-janji dan angan-angan ke pedagang pasar yang dikunjunginya," papar Rosyid.

Dia mengatakan, pedagang pasar seluruh Indonesia akan melakukan pemasangan spanduk penolakan politisasi pasar, tidak hanya dilakukan di Sumsel.

"Pedagang pasar di provinsi lain juga akan melakukan pemasangan spanduk dan komentar penolakan politisasi pasar yang dilakukan oleh Pak Sandiaga. Jika tidak terbendung bisa dipastikan terjadi gerakan masing-masing dari pedagang se-Indonesia menolak memilih Prabowo-Sandi," beber Rosyid. [wah]

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya