Berita

Nusantara

TSUNAMI SELAT SUNDA

BMKG: Tsunami Selat Sunda Dipicu Aktivitas Gunung Anak Krakatau

MINGGU, 23 DESEMBER 2018 | 09:54 WIB | LAPORAN:

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan, tsunami yang menerjang kawasan pesisir Pantai Anyer, Pandeglang dan Lampung Selatan dipicu aktivitas vulkanik gunung Anak Krakatau, bukan gempa bumi.

"Kejadian malam hari, secara visual tidak nampak sekali, kalau mungkin siang bisa terlihat aktivitas gunung yang sedang erupsi, juga bisa memberikan warning," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Minggu siang (23/12).

Awalnya, BMKG sudah mendeteksi dan memberikan peringatan dini adanya gelombang tinggi mulai Sabtu (22/12) hingga Selasa (25/12) di Selat Sunda. Bahkan malam harinya, BMKG berkoordinasi dengan Badan Geologi melaporkan bahwa pada pukul 21.03 WIB Gunung Krakatau erupsi kembali.


"Kebetulan tadi malam kita sudah koordinasi dengan badan geologi, beberapa waktu sebelumnya ada kerusakan sensor yang diakibatkan erupsi sebelumnya, jadi setelah erupsi gunung meletus, ada sensor yang rusak sehingga tidak tercatat," lanjut Rahmat.

Namun dipastikan dari sensor Stasiun Sertung merekam aktivitas seismik dengan durasi kurang lebih 24 detik dengan frekuensi 8 - 16 Hz pada pukul 21.03 WIB,

"Sensor kami di Cigeulis ya itu juga tercatat pada 21.03, 24 detik menguatkan kesimpulan bahwa ini akibat aktivitas vulkanik," terangnya.

Usikan yang tertangkap sinyal seismograf, menurut Rahmat, seperti halnya peristiwa jalan ambles di Gubeng, Surabaya pada empat hari yang lalu.

"Gubeng itu tercatat di seismograf yang ada di Pasuruan, sama persis dengan jam yang diinfokan masyarakat. Ini juga begitu, yang tejadi di Cigeulis, Pandeglang begitu, yang mungkin ada sensor seismograf, 21.03," imbuhnya.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya