Berita

Anies Baswedan/Net

Jaya Suprana

Terima Kasih, Pak Anies

SABTU, 22 DESEMBER 2018 | 06:23 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

NASKAH ini diawali permohonan maaf kepada para bukan pemilih dan pendukung Anies Baswedan karena saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Anies Baswedan.

Kepedulian

Ucapan terima kasih kepada Anies Baswedan bukan karena saya anggota tim sukses Anies Baswedan untuk menjadi gubernur meski saya setuju ketika Presiden Joko Widodo mengangkat Anies Baswedan menjadi Mendikbud.


Mohon ucapan terima kasih kepada Anies Baswedan jangan ditafsirkan sebagai upaya menjilat beliau sebab saya sama sekali tidak memiliki ambisi untuk duduk di jajaran penguasa Provinsi DKI Jakarta.

Juga jangan tuduh saya melakukan kampanye di luar masa kampanye sebab syukur alhamdullilah telah terbukti Anies Baswedan menolak pencalonan dirinya menjadi cawapres apalagi capres.

Ucapan terima kasih kepada Anies Baswedan bukan berdasar jajak pendapat profesional ilmiah untuk kepentingan politik kekuasaan namun sekedar empiris berdasar komunikasi sederhana pribadi dengan para rakyat tergusur di Jakarta.

Sebenarnya bukan untuk kepentingan diri saya sendiri namun kepentingan para rakyat tergusur maka saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Anies Baswedan atas perhatian terhadap nestapa rakyat tergusur di ibukota Indonesia.

Derita

Terima kasih kepada Anies Baswedan berdasar apa yang saya lihat pada dan dengar dari para rakyat tergusur di Pasar Akuarium dan Bukit Duri yang menghargai kepedulian Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta terhadap derita rakyat yang di masa lalu sudah digusur masih difitnah sebagai perusak lingkungan, penyebab banjir sampai perampas tanah negara.

Memang upaya Gubernur Anies meringankan derita rakyat tergusur masih belum rampung sebab masih harus bersusah payah menempuh lekuk-liku berbagai kendala sarat beban kemelut deru campur debu berpercik keringat dan air mata.

Semisal rencana pembangunan kampung susun untuk warga Bukit Duri masih belum kunjung terwujud akibat terkendala berbagai masalah teknis mau pun legal birokratis.

Harapan

Namun minimal telah hadir sebersit harapan bahwa Gubernur Anies benar-benar tulus berupaya mencegah jangan sampai rakyat tergusur secara paksa kembali terjadi di Jakarta.

Anies sendiri menyadari maka tak segan mengakui bahwa perjuangan membela kepentingan rakyat tergusur masih jauh dari sempurna akibat penuh kekurangan dan keterbatasan maka masih masih tertatih-tatih sambil terhuyung-huyung.

Namun penghargaan layak diberikan kepada sang cucu pahlawan nasional pejuang kemerdekaan Indonesia, Abdurrahman Baswedan yang telah nyata tulus berusaha melanjutkan perjuangan kakek beliau untuk memberi makna kemerdekaan kepada para rakyat Indonesia selaras makna adiluhur yang terkandung pada sila Kemanusiaan Adil dan Beradabserta Keadilan Sosial bagi bukan sebagian namun seluruh rakyat Indonesia.

Terima kasih, pak Anies! [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya