Berita

Foto/Net

Nusantara

AKTUAL

Ganjil-Genap Mau Seharian? Gila...Ini Kaya Zaman Tirani

Diusulkan Diperpanjang
RABU, 19 DESEMBER 2018 | 10:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kebijakan ganjil genep yang akan berakhir 31 Desember 2018 diwacanakan bakal diperpanjang sampai tahun depan. Waktunya nyaris seharian penuh dari pukul 06.00-21.00 WIB. Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional tak diberlakukan. Aturannya masih dikaji. Keputusan akhir ada di tangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengungkapkan, ren­cana memperpanjang ganjil genap merupakan hasil kesimpulan dari forum group discussion (FGD) para stakeholder yang bertanggung­jawab di bidang lalu lintas dan angkutan.

FGD diinisiasi oleh Dinas Perhubungan dan dilaksanakan di kantor Dinas Perumahan Rakyat Pemprov DKI. Hasilnya, pembatasan lalu lintas dengan skema ganjil-genap supaya diteruskan.


FGDjuga mengusulkan agar sistem ganjil-genap diintegrasikan dengan sistem electronic traffic law enforcement (E-TLE). Program ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbu­han ekonomi di Jakarta.

Tak hanya roda empat saja, dalam kesimpu­lan FGD juga membahas mengenai pengaturan terhadap sepeda motor untuk menghilangkan kesan diskriminatif.

Plt Kadishub DKI Sigit Wijatmoko menga­takan, hasil rekomendasi tersebut masih perlu diskusi panjang.

"Memang ada peningkatan perpindahan ke angkutan umum," lanjutnya.

Sementara soal wacana ganjil-genap untuk motor, Sigit menegaskan belum ada pemba­hasan. Dishub DKI dengan pihak terkait belum pernah membuka opsi pembahasan diberlaku­kan ganjil-genap untuk roda dua.

Selanjutnya, Dinas Perhubungan akan membuat laporan terkait hasil FGD itu ke­pada Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. Keputusan akhir terkait perpanjangan sistem tersebut ada di tangan Anies.

Kendati baru usulan, rencana perpanjangan ganjil genap langsung mendapatkan penola­kan dari netizen. Di kolom komentar detik. com, Elvi Susanti menolak usulan tersebut. "Waduuuh jangan," pintanya.

Har Yo Zhoengenev juga menentang rencana memperpanjang ganjil genap. "Tidak setuju, karena dampaknya tiap orang akan menyiap­kan 2 unit mobil di rumah: ganjil dan genap, akibatnya jumlah kendaraan akan meningkat 2 kali lipat di Jabodetabekci, jika ini terjadi kebijakan ganjil genap tidak akan bepengaruh terhadap kemacetan," katanya.

Yudhaa ikut menolak. Baginya, tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk mem­perpanjang kebijakan ganjil genap. "Dari dulu kok diperpanjang mulu. Mau sampai kapan sih panjangnya?"

Budi Susilo mendesak pemerintah daerah berpikir ulang mengenai pembatasan ganjil genap. Menurutnya, aturan yang berlaku dari pukul 6-10, 16-21 itu pembatasan. Kalau sehar­ian namanya pelarangan.

"Bayangkan orang kerja kantoran kalau full seharian sedangkan moda transportasi umum berantakan gimana solusinya pak? Ini logika sederhana sekali lho." Semua business pasti hancur kalau begini model sistemnya. Terlepas dari apapun saya percaya pak Gubernur pasti tolak rencana ini, karena bapak tidak sebodoh yang mengusulkan seharian.

Senada, Birdview tidak sependapat ganjil genap diberlakukan sepanjang hari. Jika de­mikian, jalanan Jakarta hanya bisa dinikmati oleh orang kaya yang punya mobil dua dengan beda plat nomor ganjil genap. Dia mempertan­yakan, apakah transportasi massal sudah terse­dia sampai seluruh perumahan dan 24 jam?

"Gila ini, seharian penuh. Masa kita warga Jakarta kayak hidup di zaman tirani berkuasa yah?" kata Hendra Kasadi.

Eddy R Sinulingga melanjutkan komentar yang menolak. Katanya, kalau ganjil genap diperpanjang, maka, pajak kendaraannya pun harus bayar separuh.

"Kalau tidak, bagaimama azas fairnessnya. Apa tanggung jawab Pemda? Kami kan bayar pajak penuh, tetapi kendaraan hanya dapat di­pakai separuh saja," tanya dia.

Kalau ganjil genap diberlakukan seharian, Regen Simatupang ngancam tak mau bayar pajak full.

"Pajak juga diubah kebijakannya! Pajak supaya dibayar setengah saja! Ayo buka forum merumuskan kebijakan paling bijak untuk men­gurangi kemacetan. Saya punya ide yang tepat untuk mengurangi kebijakan Jakarta dan mung­kin masyarakat lain juga punya ide lebih baik,"

Jika yang lain menolak, conjosta26 sangat mendukung kebijakan ganjil genap diper­panjang. Harus diakui, katanya, ganjil-genap seharian lebih berdampak, ada efisiensi waktu tempuh. Namun sebaiknya diberlakukan setelah MRT berfungsi sehingga pilihan transpor­tasi massal lebih beragam.

"Setujuuu... Berlaku untuk semua lapisan en­gak apa-apa, jangan berlaku untuk masyarakat umum aja. Bagi pejabat juga. Sama-sama bayar pajak ini. Jadi biar adil. Biar yang buat peraturan itu gak asal buat peraturan saja," usul Andry. ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya