Berita

Dubes Djauhari Oratmangun/Dok

Dunia

Dubes Djauhari Promosi Indonesia Di Acara CCTV Financial Forum

KAMIS, 13 DESEMBER 2018 | 01:42 WIB | LAPORAN:

Dutabesar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun mempromosikan perdagangan, investasi dan turisme Indonesia dalam acara "Ambassadors and CEO’s Dinner Party", yang digagas CCTV, Selasa malam (11/12).

Acara tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian 2018 CCTV Financial Forum dan Chinese Listed Companies Summit.

Selain Duta besar Indonesia, acara tersebut juga dihadiri 4 dutabesar lainnya yakni Italia, Irlandia, Yunani, Lithuania serta CEO dari perusahaan terkemuka di Tiongkok. Rangkaian acara terdiri dari jamuan, diskusi panel, dialog one on one, dan diisi dengan pameran produk dari 10 negara melalui booth yang disediakan.


Dalam sesi tiga panel kombinasi Dubes dan CEO, dipandu pembawa acara CCTV, Dubes Djauhari di panel pertama membahas peluang kerja sama bisnis yang baru.

Dalam keterangannya, Dubes Djauhari menyampaikan pandangan dan alasan-alasan serta data-data valid mengapa Indonesia zaman now sangat atraktif untuk menjalin hubungan perdagangan, berinvestasi dan untuk berwisata.

Dubes Djauhari juga mempromosikan produk-produk andalan Indonesia, pemanfaatan digital platform dan e-commerce untuk penetrasi pasar China, mengundang Investor untuk "doing business" dan berinvestasi di "Wonderful Indknesia" serta tidak lupa untuk mengundang wisatawan berkunjung dengan menggunakan Garuda Indonesia.

Sementara, dalam dialog one on one, Dubes Djauhari berdialog dengan CEO JD.Com, Financial Ant/Alipay, Xiaomi Inc, CNBM (telah investasi di 20-an perusahaan di Indonesia), Chery Automobile Deloitte China, IBM China dan beberapa perusahaan lain yang berminat untuk bekerja sama di bidang investasi dengan Indonesia.

Secara khusus, Dubes Djauhari berbicara dengan Direktur CCTV agar ke depan CCTV terus diikutsertakan dalam berbagai kegiatan promosi yang dirancang oleh KBRI.

Dalam kegiatan ini, Dubes Djauhari didampingi oleh Atase Perdagangan KBRI Beijing Marina Novira, GM Garuda Beijing Reza Aulia, VITO (Visit Indonesia Tourism Office) di Beijing serta CEO Sarang Burung Walet Yan Ty Ty.

Memanfaatkan dua booth yang strategis karena berlokasi di depan pintu masuk, KBRI mempromosikan Wonderful Indonesia, Garuda Indonesia serta produk-produk andalan di China seperti mie instan, kerupuk udang, snack wafer, sarang burung walet dan lain-lain.

CCTV juga melakukan wawancara bersama Dubes Djauhari dan brand-brand yang dipamerkan di depan booth Indonesia, yang ditata sederhana namun meriah dan dikunjungi banyak pengunjung. [lov]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya