Berita

Foto/KBRI Beijing

Dunia

RI-Mongolia Identifikasi Kerja Sama Ekonomi Lebih Lanjut

SENIN, 10 DESEMBER 2018 | 04:34 WIB | LAPORAN:

Kedekatan Indonesia dan Mongolia perlu diterjemahkan dalam bentuk angka-angka melalui kerja sama ekonomi yang kongkret dan menonjol. Kedua negara, perlu mengidentifikasi kerja sama ekonomi lebih lanjut.

Kedua hal tersebut merupakan bagian dari isu-isu yang dibahas dalam forum Indonesia-Mongolia Business Dialogue and Gathering berkonsep networking luncheon di Hotel Shangri-La Ulan Baatar, Jumat (7/12) lalu, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (9/12). Acara ini merupakan kerja sama KBRI Beijing dengan Mongolian National Chamber of Commerce and Industry.

Dubes RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun di hadapan pejabat pemerintah, pebisnis Mongolia, dan CEOs BUMN Mongolia mengatakan Indonesia memandang Mongolia sebagai negara yang memiliki letak geografis strategis, diapit oleh RRT dan Russia, sehingga dapat menjadi penghubung ke Russia, Kazakhstan, dan negara Asia Tengah lainnya, khususnya untuk memasarkan produk Indonesia.


Selain mempromosikan kerjasama bisnis, Dubes Djauhari juga mempromosikan pariwisata Indonesia di mana warga Mongolia dapat berkunjung ke Indonesia untuk menghindari musim dingin yang ekstrem di Mongolia.

Pejabat Tinggi Kemenlu Mongolia yang menangani isu-isu ekonomi, Ms. Battsetseg  menyepakati bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Mongolia perlu diperkuat.

Menurutnya, Indonesia dan Mongolia memiliki kedekatan khusus di mana beberapa Presiden Indonesia pernah berkunjung ke Mongolia yang diawali oleh kunjungan Presiden Soekarno. Battsetseg berharap ada peningkatan volume perdagangan di antara kedua negara meskipun kedua negara sama-sama kaya dalam sumber daya alam.

Kehadiran Ketua Mongolian National Chamber of Commerce and Industry, Mr. Lhagvajav Baatarjav sebagai pembicara dan para anggotanya dipandang sebagai sikap serius pihak Mongolia untuk mengembangkan hubungan bisnis dengan Indonesia.

Dikatakan Mr. Lhagvajav, Mongolia menginginkan produk-produk yang ada di Indonesia bisa masuk ke Mongolia agar konsumen di Mongolia bisa memiliki banyak alternatif.

Di tempat yang sama, Dubes Djauhari beserta Ibu Sih Elsiwi Handayani menjadi tuan rumah resepsi diplomatik, yang pertama kalinya digelar sejak beliau menjadi Dubes RI untuk Mongolia. Menlu Mongolia, YM Mr Damdin Tsogtbaatar hadir sebagai tamu kehormatan.

Resepsi berlangsung sederhana namun meriah dengan tamu sekitar seratusan yang terdiri dari Pejabat Tinggi Mongolia, Anggota Parlemen, Duta Besar negara-negara sahabat, Kalangan Diplomatik, Pengusaha, Pendidik dan Tokoh Masyarakat lainnya.

Kedua kegiatan tersebut yakni Dialog Bisnis dan Resepsi Diplomatik berlangsung lancar dan hangat, meskipun suhu udara di Mongolia saat itu mencapai  -35 derajat celsius, antara lain berkat bantuan dari Friends of Indonesia di Mongolia, khususnya Munkhsaran Davaakhuu yang fasih berbahasa Indonesia dan beberapa mahasiswanya. [lov]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya