Berita

Annabel Yao/Net

Dahlan Iskan

Duo Cantik Huawei

SABTU, 08 DESEMBER 2018 | 05:01 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SEBULAN terakhir ini pohon tinggi Huawei terus jadi berita besar. Terutama dua anak perempuan pendirinya. Yang dari beda ibu.

Direktur keuangannya ditangkap di Canada: Sabrina Meng Wanzhou. Cantik. Umur 46 tahun. Pada 1 Desember lalu.

Sabrina tidak terlibat kesalahan apa pun. Perusahaannyalah yang dicurigai Amerika. Dianggap melanggar sanksi yang dikenakan kepada Iran.


Huawei dianggap punya hubungan dagang dengan negara Islam itu.

Hari itu Sabrina lagi dalam penerbangan. Transit di Vancouver, kota terbesar di Canada bagian barat.

Polisi menangkapnya di bandara. Atas permintaan Amerika. Yang melacak transaksi itu lewat HSBC bank.

Jumat kemarin adalah putusan pengadilan sementara: apakah penahanan Sabrina bisa ditangguhkan. Dengan uang jaminan.

Bulan lalu, adik tiri Sabrina juga jadi berita besar. Namanya Annabel Yao. Umur 21 tahun. Rasanya lebih cantik dari kakak tirinya itu. Sangat cantik.

Kalau tidak cantik tidak akan ditangkap. Oleh sebuah EO di Paris. Agar Annabel mau ikut acara besar itu.

Annabel pun ditangkap lagi. Ditangkap kamera. Sedang ikut pesta di Paris itu. Bukan sembarang pesta. Itulah salah satu dari 10 pesta terwah di dunia.

Nama pestanya: Le Bal des Debutantes. Pesta tahunan. Tiap bulan Nopember.

Pesertanya sangat terbatas. Hanya 30 orang. Maksimal. Hanya yang diundang. Tidak bisa dibeli tiketnya.

Yang diundang itu pun sangat ketat. Persyaratannya. Harus cantik. Harus masih kinyis-kinyis. Belum kawin. Harus anak orang kaya raya. Harus modis. Harus pandai dansa waltz. Harus cerdas melebihi kecerdasan orang pintar.

Annabel terpilih. Ia memenuhi semua syarat itu. Umurnya 21 tahun. Binal-binalnya. Kalau mau. Bapaknya salah satu orang terkaya di dunia: pendiri Huawei: Ren Zhengfei.

Kuliahnya di Harvard. Gile. Jurusannya: computer science. Gile.

Kecantikannya: saya tidak tahan. Lihat sendirilah fotonya. Di IG dahlaniskan19. Yang saya kutip dari media internasionalDua anak sukses ini agak beda dengan umumnya anak Tionghoa. Yang selalu membawa nama marga bapaknya.

Mereka tidak. Tidak mencantumkan marga Ren di belakang nama mereka.

Sabrina menggunakan nama belakang Meng. Annabel menggunakan nama belakang Yao.

Padahal marga bapaknya jelas: Ren. Konon itu kesepakatan keluarga. Agar tidak bikin ruwet. Akibat poligami.

Marga Meng di belakang nama Sabrina diambil dari nama ibunya: Meng Jun.

Marga Yao di belakang nama Annabel diambil dari nama ibunya: Yao Ling. Istri kedua Ren.

Konon masih ada satu istri lagi. Yang ketiga. Yang terbaru. Yang termuda. Yang masih imut-imut: generasi melineal. Yang kemarin-kemarin adalah sekretarisnya.

Dalam hal penangkapan Sabrina, pemerintah Tiongkok turun tangan. Protes keras. Ke Amerika. Dan ke Canada.

Penangkapan itu terjadi 1 Desember. Tepatlah: hari itu Presiden Donald Trump lagi di Argentina. Bertemu Presiden Xi Jinping. Untuk makan malam. Tepatnya: merundingkan perang dagang antar kedua negara.

Demikian juga Annabel. Yang ikut pesta di Le Bal. Bapaknya mendukung penuh. Bahkan ikut hadir di acara itu. Memang syaratnya begitu. Sang ayah harus berdansa dulu dengan putrinya. Lalu menyerahkan putrinya ke partner dansanya. Partner profesional. Yang disiapkan panitia. Untuk menguji kejagoan dansa sang putri.

Annabel sudah dikursuskan balet sejak umur lima tahun. Saat pindah ke Oxford pun Annabel terus menari. Dia juga ambil pelajaran dansa profesional di Washington DC. Juga di Orlando.

Tari balet seperti Swas Lake, Sleeping Beauty atau La Bayadere dikuasainya.

Annabel tujuh tahun di sekolah balet profesional. Di Jin Bao Long. Di Shanghai.

Tapi Ren Zhengfei istimewa bukan karena istri-istri dan anak-anaknya itu. Ia memang sangat cerdas. Sangat sehat. Sangat kuat. Di umurnya yang 74 tahun.

Anda pun sudah tahu siapa pendiri Huawei itu: lahir di daerah termiskin Tiongkok. Guizhou. Masuk tentara. Tanpa pangkat. Di bagian teknologi kemiliteran.

Berhenti dari tentara lantas mendirikan Huawei. Kini menjadi produsen handphone terbesar di dunia: mengalahkan Ericsson di tahun 2012.

Mengalahkan IPhone di tahun 2017. Tinggal mengalahkan Samsung di atasnya. Dengan senjata P20-nya. Dan 5G. Amerika yang akan jadi penghadangnya. [***]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya