Berita

Tsai Ing Wen/Net

Dahlan Iskan

Kekalahan Akibat Terlalu

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 | 05:39 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

KEJUTAN di Taiwan. Atau bukan kejutan. Partai yang ingin merdeka itu kalah. Telak.

Presiden Taiwan pun, Tsai Ing-wen, mengundurkan diri. Sebagai ketua partai. Wanita bujang berumur 57 tahun itu menyerah. Tidak mau jadi capres lagi. Pada Pemilu 2020.

Partai penguasa kalah telak. Di Pilkada serentak. Sabtu kemarin. Dari 23 kota/daerah hanya menang di enam tempat.


Satu daerah dimenangkan calon independen. Daerah penting: kota Kaoshiung. Kota terbesar di wilayah selatan Taiwan.

Kekalahan di Kaoshiung sangat memukul Ing-wen. Kaoshiung adalah kota paling kuat basis “ingin merdeka”-nya. Selebihnya dimenangkan oposisi, Partai Koumintang.

Yang dalam sejarahnya terusir ke Taiwan karena melarikan diri. Dalam perang saudara lawan partai komunis yang kemudian berkuasa di Tiongkok. Sampai sekarang.

Inilah pemilu paling seru di Taiwan. Akibat terlalu banyak isu yang menarik. Dan menegangkan.

Sampai jam penutupan pun antrean masih panjang. Untung ada klausul: tetap boleh mencontreng. Sampai jam berapa pun. Bagi yang sudah tiba di lokasi sebelum jam 4 sore.

Proses pencontrengan itu memang bertele-tele. “Taiwan ini negara dengan teknologi informasi sangat maju. Tapi proses pemilunya kalah dengan negara ketiga,” guyon rakyat pada umumnya.

Antrean memang berjalan amat lamban. Satu orang meninggal dalam antrean. Orang tua. Pertanyaan yang harus dicontreng terlalu banyak. Pemilu kali ini memang sekaligus diserentakkan dengan referendum.

Jangan kaget: ada 10 referendum. Tentang kawin sejenis. Tentang PLTU Batubara. Tentang listrik nuklir. Tentang olahraga. Pertanyaannya pun panjang-panjang. Misalnya (siapkan nafas):

Apakah anda setuju bila kementerian pendidikan dan sekolah swasta harus tidak mengajarkan pelajaran yang ada hubungannya dengan homoseksual seperti yang detilnya tercantum dalam UU Penegakan Peraturan untuk Pendidikan Persamaan Gender?

Sebenarnya saya ingin menampilkan beberapa contoh lagi. Tapi saya tidak ingin anda menderita sesak nafas.

Rupanya rakyat Taiwan tetap ingin tenang. Tidak suka dengan gaya partai penguasa. Yang terlalu pede. Sampai memancing kemarahan Tiongkok. Yang punya prinsip sedumuk batuk senyari bumi: Taiwan adalah hanya satu propinsinya.

Selama Tsai Ing-wen berkuasa, ketegangan di selat Taiwan memang meningkat. Sampai tahap menakutkan. Apalagi setelah kapal perang Amerika beberapa kali melintasi selat itu. Dan Tiongkok melakukan latihan perang secara khusus: area latihannya persis seluas Taiwan.

Dengan tipologi wilayah yang mirip: di pantai timur antara Ningbo dan Wenzhou.

Tidak jauh dari Taiwan.

Semua yang “terlalu” kelihatannya tidak disukai rakyat. Dulu, Partai Demokrat yang berkuasa ini bisa menang juga karena faktor “terlalu”. Waktu itu Koumintang “terlalu” pro-Tiongkok. Sampai dibaca terlalu kesusu: ingin kembali ke pangkuan Beijing. Segera.

Kini partai penguasa kalah. Juga karena “terlalu”. Ingin merdeka. Segera.

Tetap saja yang paling enak adalah yang di tengah-tengah saja. [***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya