Berita

Politik

Kemenangan Jokmar Di Sumsel Sebuah Keniscayaan

MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 | 01:37 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Tim Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokmar) optimistis meraup kemenangan di Sumatera Selatan. Dari sisi kekuatan tak bisa dibantah tim cukup kuat.

"Saya rasa kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Sumsel adalah niscaya," kata Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumsel, Giri Ramanda Kiemas, Sabtu (24/11).

Dia mengatakan partai pengusung di Sumsel cukup banyak dan memegang kendali, baik di pemerintahan maupun di parlemen. Lalu tokoh-tokoh yang terlibat dalam tim juga bukan tokoh sembarangan, semua punya pengaruh dan konstituen.


TKD Jokmar Sumsel dipimpin mantan gubernur Syahrial Oesman. Sebelumnya, TKD dipimpin oleh mantan gubernur Alex Noerdin. Namun kemudian tongkat komando diserahkan kepada Syahrial, dan Alex menempati posisi ketua dewan penasihat. Sementara gubernur Herman Deru, menduduki posisi ketua dewan pengarah.

Optimisme yang sama atas akan kemenangan pasangan nomor urut 01 juga datang dari aktivis Kelompok Diskusi Demokrasi Sumsel (KoDDeS) Husnul Chotimah. Dia menyampaikan kemenangan Jokmar di Sumsel bukan hanya dimungkinkan karena turun gunungnya kekuatan-kekuatan politik dan tokohnya, namun juga karena telah bergesernya dukungan para ulama.

Ditunjuknya Ma'ruf Amin sebagai cawapres mendampingi Jokowi telah menempatkan ulama di derajat yang luhur. Hal demikian dipandang sebagai penghargaan dan pengakuan bahwa ulama tidak hanya bisa mengajar agama dan membimbing ummat tetapi juga bisa memimpin bangsa.

"Harus diakui, ditunjuknya Kiai Ma'ruf telah menggeser kaum agamawan dari anti menjadi netral bahkan jadi pro. Di Sumsel agamawan masih berpengaruh dan didengar," ujarnya.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya