Berita

GHSA 2018

Menko PMK: Indonesia Komitmen Dukung GHSA 2024

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 | 14:55 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Pertemuan Tingkat Menteri yang tergabung dalam Global Health Security Agenda (GHSA) kelima memiliki agenda yang strategis untuk meningkatkan komitmen, memperkuat kemitraan multi-sektor dan multi-pihak serta mengidentifikasi pekerjaan rumah dalam mencapai visi, tujuan, dan target Kerangka Kerja GHSA 2024.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat memberikan sambutan pada pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri Ke-5 GHSA yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Provinsi Bali, Selasa pagi (6/11).

Pertemuan GHSA kali ini diikuti oleh perwakilan 49 negara dari jumlah total 65 Anggota GHSA, organisasi internasional, serta organisasi non-pemerintah.


GHSA merupakan inisiatif negara-negara dalam mempercepat implementasi International Health Regulation 2005 untuk mengatasi peningkatan ancaman penyakit menular baru (Emerging Infectious Diseases), seperti Ebola, MERS-CoV, SARS, Flu Burung, Bakteri Kebal Biotik (MRSA), dan lain sebagainya.

"Singkatnya, GHSA menginginkan dunia menjadi lebih aman dari ancaman berbagai penyakit berbahaya dan menular, baik secara sengaja maupun tidak sengaja," jelas Menko PMK.

Sementara itu, bagi Indonesia, menurut Menko PMK, pemerintah selalu memberikan perhatian khusus pada masalah kesehatan yang merupakan program prioritas dalam pembangunan nasional. Indonesia selalu berupaya memperkuat sistem kesehatan dengan menyediakan layanan kesehatan yang berkeadilan, berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang rentan dan termarjinalkan serta yang menetap di wilayah terpencil.

"Indonesia memandang pembangunan kesehatan sebagai pilar esensial dalam mengembangkan ketahanan nasional," ujar Menko PMK.

Terkait dengan ketahanan nasional, menurut Menko PMK, adalah saling keterkaitan yang tak terpisahkan antara unsur-unsur sosio-ekonomi, pendidikan, lingkungan, hak-hak asasi, dan politik. Oleh karena itu, pendekatan multi-stakeholder untuk memastikan kerjasama antar negara, pemerintah, sektor swasta, kelompok masyarakat Madani, serta masyarakat umum sangat penting.

"Merupakan tanggung jawab bersama kita semua untuk memperkuat kapasitas dan ketahanan nasional, jika kita ingin mencapai ketahanan Kesehatan global. Mari jadikan pertemuan ini untuk menyelaraskan kerjasama untuk menjawab tantangan di masa depan dan Indonesia berkomitmen untuk kerja bersama mencapai agenda GHSA 2024," kata Menko PMK.

Turut hadir 12 menteri kesehatan serta pertanian anggota GHSA termasuk Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek; Sekretaris Jenderal Menteri Kesehatan Italy Giuseppe Ruocco, Perwakilan dari WHO, FAO dan organisasi internasional lainnya. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya