Berita

Bisnis

Pandangan Generasi Millenial Memaknai Kembali Nasionalisme

RABU, 31 OKTOBER 2018 | 15:00 WIB

Indonesia sering disebut sebagai "Republik Media Sosial" dengan peringkat teratas di beragam media sosial global, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini sebenarnya menjanjikan pergeseran yang sangat cepat dan bahkan mengejutkan atau sering disebut "disrupsi".

Generasi anak muda masa kini adalah mereka yang lahir pada tahun 1980-an hingga 2000-an atau akrab disebut sebagai generasi millenial yang sangat lekat dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan mempertemukan berbagai tokoh untuk memberikan beragam pandangan bagaimana generasi millenial Indonesia memaknai kembali nasionalismenya dalam Dialog Kebangsaan "Nasionalisme ala Millenial: Sebuah Disrupsi?" yang diselengggarakan di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (31/10).


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan perubahan struktur yang ada di masyarakat, seperti inovasi percepatan mata rantai ekonomi maupun kemudahan dan kebebasan berekspresi.

"Di lain sisi kehadirannya juga menunjukkan adanya beragam tantangan, termasuk dalam interpretasi nasionalisme," jelas Ketua Kelompok Peneliti Kebudayaan dan Multikulturalisme LIPI, Thung Ju Lan.

Hasil penelitian Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI yang dilakukan dalam kurun waktu 2015 sampai 2018 memperlihatkan kehadiran teknologi informasi dan komunikasi memang memungkinkan terciptanya ruang publik baru, namun kemampuan untuk menjangkaunya masih terbatas pada kelas sosial tertentu. "Komunitas-komunitas online lebih mendasarkan pada ikatan-ikatan primordialisme baik etnisitas maupun agama daripada mendiskusikan nasionalisme," jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, media sosial, seolah-olah membagi masyarakat dalam kotak-kotak yang acapkali memberikan ruang untuk saling menyebarkan kebencian.

Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, Aulia Hadi mengungkapkan kegiatan ini berupaya untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk mengartikulasikan ide, pendapat, atau bahkan inovasinya untuk memaknai kembali nasionalismenya di tengah revolusi 4.0.

"Dialog yang rencananya dihadiri 100 peserta yang mayoritas generasi millenial ini akan mendiskusikan disrupsi interpretasi nasionalisme maupun disrupsi struktur sosial, ekonomi, politik dan budaya di tengah revolusi teknologi informasi dan komunikasi," jelasnya.

Menurut Aulia, lewat Dialog Kebangsaan ini masyarakat Indonesia diajak untuk membincangkan kembali konsep tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia dalam konteks hari ini untuk merawat kebangsaan Indonesia yang multikultur sekaligus membangun cita-cita masa depan di tengah pusaran global.

Narasumber yang akan hadir dalam adalah Alissa Wahid (Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian), Cania Citta Irlanie (blogger dan mahasiwi UI), Eriyanto (Akademisi UI), Ayu Kartika Dewi (Co-Founder SabangMerauke), Rici Solihin (founder Paprici), Ibnu Nadzir  (Peneliti LIPI), dan Ranny Rastati (Peneliti LIPI). [rry]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya