Berita

Dahlan Iskan

Khashoggi Sampai Di Twitter Qahtani

RABU, 24 OKTOBER 2018 | 05:02 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

PANGERAN MbS pasti akan aman. Tidak mungkin jatuh. Arab Saudi bukan negara demokrasi. Yang pemimpinnya bisa mudah dijatuhkan. Dan lagi, tangan kanannya pasti melindunginya: Saud al Qahtani. Yang umurnya kini di puncak kejayaannya: 40 tahun.
Wartawan Kashoggi boleh meninggal. Dengan cara  dibunuh. Di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Oleh 15 orang tim intelijen kerajaan. Yang terbang khusus ke Istanbul. Dengan dua pesawat jet carteran. Yang terbang dari Riyadh.
 
Tapi kekuasaan kerajaan Arab Saudi tidak akan runtuh. Cukup ada yang mau dikorbankan. Salah satunya Saud al Qahtani itu.

Qahtani sudah dipecat. Tepatnya digeser. Jabatannya sebagai penasehat pangeran MbS sudah dihapus. Jabatan barunya 'cuma'  Chairman Federasi Cyber Security, Programing dan Drone. Itu jabatan lamanya dulu.

Qahtani sudah dipecat. Tepatnya digeser. Jabatannya sebagai penasehat pangeran MbS sudah dihapus. Jabatan barunya 'cuma'  Chairman Federasi Cyber Security, Programing dan Drone. Itu jabatan lamanya dulu.

Karir Qahtani memang amat cepat. Setelah lulus dari fakultas hukum ia masuk Angkatan Udara. Pangkatnya sebenarnya masih kapten. Tapi kekuasaannya besar. Terutama tiga tahun terakhir. Setelah menjadi tangan kanan Muhamad bin Salman. Yang di Saudi lebih populer dipanggil Pangeran MbS.

Qahtani mulai dekat MbS saat pangeran itu masih menjadi gubernur ibukota Arab Saudi, Riyadh. Di kalangan wartawan senior, Qahtani dikenal sebagai Steve Banon-nya Donald Trump. Tokoh yang agresif dalam menghabisi lawan-lawan politik. Lewat media. Lewat Sosmed. Lewat pernyataan-pernyataan menyerangnya.

Qahtani bukan tokoh misterius. Bukan sosok tersembunyi. Qahtani sangat tampil 'inilah dadaku'. Ia punya grup WA. Salah satunya dengan para pemimpin redaksi dan tokoh-tokoh wartawan. Para Pimred bisa mengenal watak keras dan agresifnya. Hanya lewat grup WA itu saja.

Ia juga aktif di twitter. Orang-orang kritis pada pemerintah diserangnya. Di twitternya. Pernah dalam suatu medsos ia menyebut sudah punya daftar hitam. Mereka yang dianggap anti pemerintah.

Dan .... itu pula yang mencelakakannya. Atau mencelakakan pangerannya. Qahtani menggunakan skype. Untuk berkomunikasi dengan tim 15 orang itu. Harian terkemuka South China Morning Post bahkan menyebut ada perintah ini: ''Bawa ke saya kepala anjing itu''. Dalam pembicaraan skypenya. Rekaman skype itulah yang kini ada di tangan Presiden Turki: Tayeb Erdogan. Ini yang membuat Arab Saudi tidak berkutik.
 
Semula Saudi menolak keras kejadian di konsulat itu. Berulang kali. Tanggal 2 Oktober itu Kashoggi sudah meninggalkan konsulat. Baik-baik saja. Tapi calon istrinya tidak melihat Kashoggi keluar pintu. Hatice Cengiz menunggu di luar pagar. Sejak pukul 13.00. Dia juga yang mengantar Kashoggi ke konsulat. Untuk mengambil surat keterangan: sudah menceraikan istrinya yang dulu. Sebagai syarat untuk bisa menikah dengan wanita Turki itu. Minggu depannya.

Turki terus mengungkapkan kejadian sebenarnya di dalam konsulat. Saudi tidak berkutik: mengakui wartawan 56 tahun itu tewas. Tiga minggu kemudian. Tapi masih ada tidak jujurnya: meninggal karena berkelahi. Belakangan diperbaiki lagi: meninggal karena tersedak. Akibat tenggorokan tercekik.
Saya tidak bisa menterjemahkan arti yang pas dari kata 'chokehold'. Yang dinyatakan sebagai penyebab kematiannya. Versi Saudi.

Yang jelas kepala Kashoggi belum ditemukan. Keikutsertaan seorang dokter ahli forensik di 'tim 15' itu sempat menimbulkan spekulasi: Kashoggi dimutilasi. Potongan-potongan tubuhnya ditanam di hutan: 15 km dari konsulat. Atau jangan-jangan sudah dibawa pulang. Setidaknya kepalanya. Seperti di zaman kekhalifahan dulu.

Kalau Pengeran MbS benar-benar selamat kali ini, itu untuk yang ketiga kalinya. Dalam dua tahun ini.
Tahun lalu Qahtani menyandera orang penting: Perdana Menteri Lebanon, Saad Al Hariri. Di Riyadh.
Lebanon sempat heboh. Perdana Menterinya hilang. Lucu sekali. Perdana menteri kok hilang. Tahu-tahu ia muncul di TV Arab Saudi: menyatakan mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri.

Saat disandera itulah Qahtani ambil posisi penting. Ia yang 'menangani' Hariri. Perdana menteri dari aliran Sunni tapi dianggap tidak bisa menekan  mayoritas di Lebanon: Syiah.

''Tidak ada pilihan bagi Anda. Kecuali mengundurkan diri. Dan menandatangani pernyataan ini,'' ujar Qahtani. Seperti dikutip media internasional.

Hariri akhirnya bebas. Setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, turun tangan. Pergi sendiri ke Riyadh.

Demikian juga ketika tahun lalu Saudi menghukum Qatar. Mengisolasinya. Memblokadenya. Sampai sekarang. Bahkan akan membuat laut pemisah. Di perbatasan dua negara.

Qatar tetap bertahan. Sampai sekarang. Qatar cukup kaya. Apalagi dua tetangganya membantu: Iran dan Turki. Dua negara yang amat dibenci Saudi.

Qahtani sendiri tidak perlu grogi. Dulu ia sering mengatakan di twitternya: ia tidak melakukan apa pun tanpa persetujuan tuannya.

Atau pernah juga mengatakan begini: Apakah Anda pikir saya membuat putusan tanpa petunjuk? Saya adalah petugas. Hanya menjalankan perintah atasan.

Memang itu tidak dalam konteks lenyapnya Kashoggi. Itu saat ia masih sangat berkuasa. Dan mungkin masih akan terus berkuasa. Ia masih muda.[***]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya