Berita

Trotoar di Jalan MH Thamrin/Disway

Dahlan Iskan

Wajah Baru Jalan Thamrinku

SABTU, 20 OKTOBER 2018 | 05:20 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

JANGAN lupa memuji wajah baru Jalan Thamrin Jakarta. Atau jangan lupa memberi masukan. Mumpung pembenahannya belum begitu tuntas.

Yang utama adalah penghapusan jalur lambat itu. Jalan Thamrin menjadi terasa lebih lapang. Meski juga lebih gersang. Yang kedua penataan trotoar. Yang menjadi lebih lebar. Lebih lapang.

Tapi bukan hanya soal lebar. Tanaman yang memisahkan trotoar dengan aspal itu lho. Baik sekali. Menjadikan trotoar lebih manusiawi. Untuk para pejalan kaki.


Pejalan kaki bisa merasa lebik aman berada di trotoar itu. Seperti punya tameng yang melindungi dirinya dari kejamnya aspal jalan raya.

Sayangnya satu: jenis pohon besar yang ditanam itu terlalu kecil. Akan lama sekali menunggu pohon itu menjadi besar. Yang daunnya bisa rindang. Bisa menaungi trotoar itu dari kejamnya matahari tropis di tengah hari.

Saran saya: tanamlah pohon yang sudah besar. Yang lingkar batangnya sudah sebesar paha Via Vallen. Atau lebih besar lagi.

Terlalu menghemat menanam pohon sekecil itu. Terlalu lama menunggunya besar. Bisa lima tahun. Daunnya baru kelihatan rindang. Perlu dua masa jabatan gubernur untuk melihatnya rindang.

Di kota-kota baru Tiongkok tidak ada penanaman pohon yang kecil begitu. Rakyat tidak sabar. Masa jabatan gubernur juga pendek.

Tidakkah gubernur ingin ikut menikmati rindangnya kembali Jalan Thamrin? Di saat masih menjabat? Bukan setelah lama pensiun nanti? Yang bisa saja keburu diklaim hasil tanaman gubernur penggantinya?
Tapi ini bukan soal klaim-mengklaim. Ini soal keperluan Jakarta. Agar terasa rindang kembali.

Sudah tiga tahun mata kita sebal bila lewat di Jalan Thamrin. Pohon-pohon besarnya ditebang. Pagar-pagar darurat di mana-mana. Waktunya untuk segera rindang kembali.

Pohon besar itu juga sekaligus bisa menjadi tameng yang lebih kokoh. Bagi para pejalan kaki. Berjalan di trotoar Jalan Thamrin nanti menjadi sangat nyaman: lapang, indah, luas, lega, teduh dan aman. Seperti berjalan di lokasi yang eksklusif.

Ayolah pak gubernur. Ganti tanaman itu. Dengan pohon yang sudah besar. Saya sudah sering membuktikannya. Bisa. Saya selalu minta di kantor-kantor baru kami: tanam pohon yang sudah besar.
Dulu. Ketika masih punya kantor. Ahli-ahli taman kita sudah ahli memindahkan pohon besar. Pedagang-pedagang pohon sudah biasa mengerjakan itu.

Kalau itu dilaksanakan: dalam waktu satu tahun daunnya sudah bisa melindungi trotoar itu. Alangkah sulapannya!

Pembenahan trotoar Jalan Thamrin sudah mulai kelihatan wajah barunya. Kelihatannya akan cantik sekali. Benar-benar akan bisa menjadi wajah baru ibukota Indonesia.

Terima kasih proyek kereta bawah tanah. Anda memaksa Jakarta mengubah wajah Jalan Thamrinnya.

Terima kasih busway. Anda telah memaksakan jalur khusus itu. Tapi kelihatannya akan ada yang 'njomplang'. Beton pemisah jalur busway itu akan kelihatan "ugly"’. Terutama setelah semua bagian wajah Jalan Thamrin begitu cantiknya.

Beton pemisah itu akan terlihat begitu jeleknya. Akan menjadi seperti wajah yang sudah dimake-up terkena tahi burung yang jatuh dari udara.

Saya tahu pemisah itu harus kokoh dan agak tinggi. Agar pengendara tidak bisa memperkosanya. Untuk ikut masuk jalur busway. Tapi perlu menciptaan model baru: pemisah yang kokoh, anti pemerkosaan, tapi cantik. Agar sinkron dengan wajah baru Jalan Thamrin Jakarta.

Saya harus memuji wajah baru jalan utama ibukota. Tapi juga tidak sabar menunggu pohon besar dan pemisah busway itu. [***]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya