Berita

Fan Bingbing/Net

Dahlan Iskan

Fan Bingbing

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 05:08 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

FAN BINGBING bisa cantik-cantik-galak di film X-Man. Tapi kini dia takhluk di depan petugas pajak.

Bintang film cantiiiiiik-galaaaaak itu harus bayar denda. Berikut pokoknya. Nilainya mencapai box office: Rp1,5 triliun!

Bayangkan! Bintang film harus bayar pajak Rp1,5 triliun. Tepatnya USD129 juta!


Kepala Fan Bingbing seperti terkena kungfu di tengkuknya yang merangsang itu!

Semua itu gara-gara satu postingan di medsos. Yang dilayangkan bintang film juga. Atau tepatnya bintang TV. Anchor salah satu TV pemerintah di Beijing.

Namanya: Cui Yongyuan. Laki-laki. Umur 50 tahun. Dalam postingan di Weibo itu Cui Yongyuan tidak menyebut nama Fan Bingbing. Tapi nadanya ke sana.

Postingan itu mengungkap kebiasaan di kalangan bintang film Tiongkok. Yang belakangan kian moncer. Kian banyak yang menembus Hollywood. Atau industri film Hongkong.

Fan Bingbing salah satu success story. Honornya sudah di level A untuk bintang film Barat di Hollywood.

Semua itu berkat ekonomi Tiongkok yang kian berjaya. Daya beli masyarakatnya naik. Selera hiburannya juga lebih bervariasi. Film menjadi amat laris di Tiongkok. Termasuk film-film Hollywood.

Jenis film indoktrinasi sudah kurang laku. Dagangan komunisme sudah kalah dengan hedonisme. Termasuk yang disebarkan oleh Hollywood.

Kata anak saya: hampir semua film Hollywood kini melibatkan emosi Tiongkok. Bisa lewat salah satu bintangnya: bintang film Tiongkok. Bisa lewat lokasinya. Atau lewat sumber dananya.

Pasar film Tiongkok memang menggiurkan. Jumlah layar lebarnya mengalahkan seluruh layar lebar di Amerika. Box office kedua kini sudah diraih dari Renminbi. Diramalkan, dua tahun lagi, box office dunia sudah dari Negeri Panda.

Kalau jadi. Kalau Trump tidak ngamukan terus. Kalau Xi Jinping tidak memasukkan film Hollywood dalam tit-for-tat-nya. Dalam perang dagangnya. Atau perang benerannya.

Nama Fan Bingbing melejit menunggangi pasang naik film Hollywood itu. Penggemar Fan Bingbing bisa histeris: cantik. tinggi, langsing, matang, aktingnya bagus dan suka bantu kegiatan sosial.

Umurnya: 36 tahun. Lahir: Qingdao, provinsi Shandong. Kota pantai yang cantik. Satu jam penerbangan ke arah utara dari Shanghai. Pasangan kumpul kebonya bintang film juga: Li Chen.

Fan Bingbing bintang film yang akademis. Dia lulusan akademi teater dan akademi film di Shanghai.

Setelah sukses, Fan Bingbing bikin studio sendiri. Di Suzhou. Kota tetangga Shanghai. Pokoknya serba sukses. Sampai bulan Mei lalu. Ketika Cui Yongyuan memposting kebiasaan curang para bintang film: menandatangani kontrak 'Yin & Yang'.

Kontrak yang formal dan kontrak yang di bawah tangan. Nilainya jauh berbeda. Bumi dan ujung Burj Al Khalifa.

Ada kontrak yang formalnya USD1,6 juta. Yang di bawah tangan USD7,8 juta.

Heboh. Gempa. Tsunami. Jadi satu. Melanda bintang-bintang film Tiongkok. Menyapu industri film secara keseluruhannya. Reaksi publik begitu ganasnya. Terutama dari mereka yang taat membayar pajak.

Ada yang mengaitkan dengan ideologi negara: bagaimana di sebuah negara komunis bisa seperti itu. Ada tokoh-tokoh yang hidup mewah secara melanggar hukum. Di tengah masyarakat miskin yang masih banyak.

Jadilah isu sensitif. Pemerintah tidak bisa lagi tutup mata. Semua bintang film diperiksa.

Terungkaplah secara luas. Jenis kontrak 'Yin & Yang' ini. Fan Bingbing tiba-tiba seperti lenyap ditelan gempa Palu. Tidak ada kabarnya. Tidak ada juga orangnya.

Dunia gosip menjadi sepi. Kehilangan obyeknya. Eh, ternyata tidak begitu. Gosip justru membahana: di mana Fan Bingbing.

Akhirnya rumor yang paling dipercaya adalah ini: Fan Bingbing disekap. Hampir selama tiga bulan. Tanpa informasi apa pun.

Sampai minggu lalu. Tiba-tiba Fan Bingbing muncul: minta maaf atas perbuatannya. Dan akan membayar semua kewajiban pajaknya. Termasuk bunganya: yang Rp1,5 triliun itu. [***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya