Berita

Foto/Repro

Nusantara

Kopassus Kembali Galang Bantuan Untuk Korban Gempa Lombok

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 | 21:31 WIB | LAPORAN:

Komando Pasukan Khusus TNI AD kembali menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.


Terkait gempa susulan berkekuatan 6,2 Skala Richter yang kembali melanda setelah gempa berkekuatan 6,4 SR dan 7,0 SR pada 29 Juli dan 5 Agustus lalu. Gempa susulan melanda tempat yang lebih luas dan menambah jumlah korban.

Rangkaian Gempa Lombok mengakibatkan total 259 orang dilaporkan meninggal dunia, 1033 terluka dan 270 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Bantuan yang dikirim sebagai bentuk tanggap Kopassus dalam menangani dan melakukan langkah-langkah untuk membantu masyarakat Lombok.
Bantuan yang dikirim sebagai bentuk tanggap Kopassus dalam menangani dan melakukan langkah-langkah untuk membantu masyarakat Lombok.

Bantuan yang dikirim dari Jakarta, Senin (24/9) merupakan hasil penggalangan dari berbagai sumber, baik instansi sipil, perusahaan, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat. Untuk mempercepat proses pengiriman bantuan, Kopassus dibantu perusahaan ekspedisi.

Total bantuan kali ini sebanyak 11 ton yang terdiri dari 100 unit tenda, 1150 kain panjang, tiga koli selimut, 400 dus pembalut wanita, makanan, obat-obatan, selimut dan keperluan sehari-hari.  

Bantuan diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang selanjutanya akan diserahkan ke Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) untuk disalurkan.

Sebagaimana keterangan yang disampaikan Penkopassus TNI AD, Kopassus menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak hingga bantuan dapat terkumpul dan didistribusikan. Diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat Lombok yang tertimpa musibah. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya