Berita

Moch Effendi/Repro

Nusantara

Pria Ini Dirikan Usaha Transpotasi Online Untuk Kemajuan Desa

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 | 12:41 WIB | LAPORAN:

Ada dua hal yang selama ini ada di sosok Moch Effendi. Pertama, apa lagi yang perlu disumbang buat bangsan negara, dan yang kedua gerakan membangun desa.

Seiring dengan kian maraknya pertumbuhan  transportasi berbasis aplikasi, juga menjadi pemikiran Cak Efendi kenapa belum ada yang mengakomodir 'wong cilik'.

Karena itu, jurnalis yang sering menulis masalah-masalah sosial ini timbul ide untuk mendirikan JTrans, penyedia layanan transportasi online berbasis aplikasi, kurir, hingga layanan jual beli produk UMKM.


Efendi membeberkan sekilas tentang konsep JTrans yang sudah siap dilaunching tepat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 Nopember 2018 mendatang. Dia tegaskan, JTrans adalah layanan transportasi yang dikembangkan anak bangsa asli Jawa Timur.

Ide itu tercetus saat melihat beberapa masyarakat kecil yang mengandalkan kehidupannya dengan menarik becak, bentor, dokar, ojek sepeda angin atau transportasi lainnya yang mulai tersisihkan oleh kehadiran aplikasi transportasi asing yang mulai merambah ke beberapa wilayah di Jawa Timur.

Dia mengaku hatinya terketuk untuk berbuat sesuatu supaya transportasi itu bertahan dan tetap berdampingan dengan transportasi modern yang sudah ada.

Layanan transportasi online ini akan menggarap wilayah pedesaan. "Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi yang belum digarap kompetitor," tandas dia, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (22/9).

Sama seperti transportasi online lainnya, pihaknya akan merekrut mitra driver motor dan mobil. Tapi kali ini, fokus layanan ini akan diarahkan ke desa-desa dan mitra driver juga diperluas hingga ke pengemudi becak, bentor dan andong.

Peluang ini digarap untuk memaksimalkan layanan komunikasi berbasis data (internet) yang kini sudah merambah hingga ke wilayah pelosok. Kader Partai Perindo ini sudah menggandeng sponsor untuk memfasilitasi pengadaan android bagi para driver becak dan andong.

Pihaknya memastikan, tarif ojek online yang digarapnya itu lebih murah dan kesejahteraan para mitranya lebih tinggi dibanding ojek online yang ada sekarang. Selain bermain di potongan tarif, pihaknya juga menyediakan layanan antar beragam produk.

Menurutnya, bisnis yang dibidani sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang ini lebih diarahkan untuk mengembangkan desa. "Kami prihatin, banyak warga kami yang sukses di rantau. Tapi lupa dengan desanya sendiri," ujar pria asal Madura ini.

Dia menyebut banyak tokoh sukses yang aktif menggelar bakti sosial di berbagai wilayah, tapi desa asalnya malah tidak masuk dalam daftar wilayah garapan mereka.

Bisnis baru ini sejalan dengan misi Efendi yang kini maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil XI Madura. Caleg yang maju dengan jargon 'Ayo Bangun Desa' ini siap mengajak jaringannya di 38 kabupaten dan kota untuk ikut membantu mempromosikan daerahnya masing-masing.

Disamping layanan transportasi, JTrans juga menyediakan layanan JTranS food dengan menggandeng beberapa tenant di mall-mall, juga kurir kilat, serta mempromosikan produk UMKM.

"Kami punya ribuan mitra UMKM yang sudah menyatakan siap bergabung. Dengan ini bisa membantu program Pemerintah dalam memasarkan produk UMKM," kata Efendi.

Ditambahkan, rencana bisnis untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan ini kini tinggal proses penyempurnaan aplikasi.

Mengenai perijinan sudah siap, termasuk badan usahanya yang berbentuk koperasi. Selain itu, para mitra atau driver JTrans nantinya akan didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. [jto]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya