Berita

Bentrok Mahasiswa/Net

Nusantara

YRKI Kecam Keras Tindakan Barbar Terhadap Mahasiswa Medan

JUMAT, 21 SEPTEMBER 2018 | 13:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mengecam keras tindakan brutal aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis kemarin (20/9).

"Kami mengecam keras tindakan barbar aparat polisi yang membatasi ruang-ruang penyampaian aspirasi langsung oleh mahasiswa," kata aktivis YRKI, Irsan Armadi kepada redaksi, Jumat (21/9).

Kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, dan Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto didesak agar mengusut tuntas tindakan represif yang dilakukan oleh aparat terhadap mahasiswa.


"Tangkap segera oknum yang dengan sengaja membuat terjadinya bentrokan antara mahasiswa dan kepolisian," ujar Irsan Armadi.

Menurutnya, aksi yang dilakukan mahasiswa adalah suatu bentuk penyampaian aspirasi atas ketidakadilan yang ingin memperjuangkan haknya atas berbagai macam tuntutan untuk pemerintah yang diantaranya agar menstabilkan perekonomian, dan memberikan ruang untuk kebebasan berpendapat. Seperti yang tertera dalam UUD 1945 Pasal 28 E ayat 3. Namun, kebebasan berpendapat merupakan salah satu HAM yang masih sering dilanggar.

"Sampai saat ini, masih banyak orang yang belum menghargai dan menghormati hak kebebasan berpendapat seseorang. Tidak sedikit kasus yang terjadi akibat pelanggaran HAM, khususnya hak kebebasan berpendapat. Banyak sekali orang-orang yang mengeluarkan pendapatnya di media sosial bisa berujung di pengadilan," tutur Irsan Armadi.

Mahasiswa mengeluarkan pendapat melalui aksi demonstrasi yang merupakan bahagian dari advokasi non litigasi.  Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan tinggi, sehingga dengan cara yang arif dan bijaksana dalam melakukan proses tahapan penyampaian pandangan di muka umum.

Namun, sangat disesalkan karena ada oknum yang sengaja merusak, sehingga terjadi ketidakkondusifan yang berakibat terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

"Mahasiswa akhirnya terpancing emosi, yang seharusnya aparat kepolisian dapat menenangkan tindakan mahasiswa dengan cara tidak melakukan perlawanan," demikian Irsan Armadi.

Aksi dua kubu berbeda yaitu yang pro dan kontra Presiden Joko Widodo, memanas, terjadi saling dorong, saling lempar, di depan kantor DPRD Sumut pada Kamis kemarin. Beberapa mahasiswa mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Kedua massa bertemu saat menggelar unjuk rasa secara berbarengan. Keduanya adalah massa dari Aliansi Pergerakan Mahasiswa se-Kota Medan serta Kelompok Masyarakat Pecinta NKRI. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya