Berita

Irwan Prayitno di hadapan panel Pena Emas PWI/RMOL

Nusantara

Dapat Pena Emas, Irwan Prayitno: Budaya Minang Kondusif Lahirkan Wartawan Hebat

JUMAT, 21 SEPTEMBER 2018 | 10:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sangat perlu dicatat hampir semua pahlawan dan tokoh nasional pada zaman pergerakan kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Minangkabau adalah kaum wartawan.
 
"Semua mereka penulis dan mereka berjuang melalui tulisan," ujar Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno di auditorium Kantor Gubernur Sumatera Barat di Padang, Jumat pagi (21/9).

Pernyataan Irwan Prayitno itu disampaikan dalam pidato rangka pemberian anugerah Pena Emas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).


Pena Emas adalah anugerah tertinggi yang diberikan PWI kepada insan yang memberikan kontribusi positif kepada pers nasional dan berperan menjaga kemerdekaan pers.

Irwan mengatakan, salah satu karakter budaya masyarakat Minang adalah egaliter. Dalam setting budaya ini, bahkan pemimpin bukan seseorang yang dipandang terlalu istimewa.

"Pemimpin itu hanya ditinggikan seranting, didahulukan selangkah," ujar Irwan yang tahun 2017 lalu telah lebih dahulu menerima Democracy Award dari Kantor Berita Politik RMOL.

"Budaya egalitarian ini yang membuat Minangkabau sangat kondusif melahirkan wartawan dan kaum intelektual," demikian Irwan yang juga sering disebut sebagai Raja Pantun.

Pidato Irwan itu disampaikan di depan panelis dari PWI Pusat yang dipimpin Ketua Umum PWI Margiono.

Anggota panelis dalam kesempatan ini adalah adalah Sekjen PWI Hendry Ch. Bangun, Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang, Ketua bidang Organisasi Sasongko Tedjo, Ketua bidang Daerah Atal S. Depari, Ketua bidang Pendidikan Marah Sakti Siregar, Ketua bidang Luar Negeri Teguh Santosa.

Selain itu, empat panasihat PWI juga menjadi panelis Pena Emas, yakni Soleh Thamrin, Muhammad Noeh, Djoko Saksono, dan Asro Kamal Rokan, serta Basyril Basyar. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya