Berita

Rahayu Saraswati/Net

Nusantara

Kunjungi Lombok, Gerindra Pertanyakan Kelanjutan Bantuan

JUMAT, 21 SEPTEMBER 2018 | 09:55 WIB | LAPORAN:

Berbagai keluhan dan harapan saat korban gempa di Lombok Utara dan Lombok Timur diterima anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Rahayu Saraswati.

Dia pun mempertanyakan kelanjutan dari saluran bantuan kepada korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Keluhan korban rata-rata sama yaitu ketersediaan air bersih, MCK, jumlah bantuan bahan pokok seperti beras yang tidak mencukupi di beberapa titik karena dipukul rata per dusun terlepas dari jumlah penduduk, serta kepastian kapan pembangunan rumah yang rusak," ujar Rahayu saat melakukan pengawasan bantuan para mitra Komisi VIII DPR, Jumat (21/9).


Kepala Dusun Karang Bedil, Cipto, (40) didampingi sejumlah warga, mengadukan sejumlah hal tersebut kepada kepada Rahayu.

"Bantuan yang kami terima minim. Paling tandon dan tenda BNPB, itu pun hanya satu (tenda) dan sudah rubuh total karena angin puting beliung," kata Cipto.

Warga juga mengeluhkan langkanya air bersih di lokasi mereka. Awalnya, pemerintah rutin mengirimkan air bersih setiap hari yang ditempatkan di tempat penampungan air (tandon). Namun kedatangan bantuan air bersih itu beberapa hari terakhir tidak konsisten.

"Seminggu awal rutin, belakangan, satu hari datang satu hari tidak. Tandonnya juga tidak ada penutupnya, jadi ngga ada yang berani buat minum," ujar Cipto.

Cipto berharap pemerintah mengirim teknisi pipa air untuk segera memperbaiki pipa yang rusak. Lokasi Dusun Bedil dikeliling sawah dan sungai kecil. Namun sungai tersebut tidak bisa dimanfaatkan karena menjadi tempat MCK.

Warga juga mengeluhkan manajemen pembagian beras dari kecamatan yang mendasarkan pada jumlah dusun, bukan jumlah warga.

"Yang jumlah warganya sedikit dalam satu dusun lebih banyak dapatnya. Kalau kami, karena banyak, bisa cuma sekilo setiap satu keluarga," ucap Cipto.

Rahayu juga sempat menanyakan kebenaran tentang 400 ahli bangunan yang dikirim pemerintah untuk mengevaluasi bangunan yang roboh.

Cipto mengatakan belum ada verifikasi faktual bangunan untuk menentukan jenis kerusakan ke dusun mereka.

"Mungkin verifikasi data ada, tapi faktual tidak ada, termasuk bangunan kita yang masih berdiri, apakah masih aman atau tidak. Maunya segera, supaya saya tidak disalahkan masyarakat dan pemerintah," beber Cipto.

Rahayu berjanji akan menyampaikan semua keluhan ini kepada mitra kerja pemerintah.

Pada kesempatan itu, Rahayu yang didampingi Relawan RSD (Rahayu Saraswati Djojohadikusumo) memberikan bantuan toilet portable kepada warga pengungsi yang dapat dipasang dan disesuaikan dengan cukup mudah.

Ia juga mengoordinasikan relawannya untuk membuat lumbung-lumbung air disekitar pengungsian. Diharapkan keberadaan lumbung itu dapat menampung air saat musim hujan tiba.

"Bantuan ini merupakan bagian dari gerakan sosial sedekah putih yang didukung oleh Partai Gerindra dan TIDAR Peduli. Gerakan ini merupakan ajakan kepada setiap orang untuk aktif dan peka terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat, terutama terkait perbaikan gizi, air bersih dan sanitasi. Bukan saja di lokasi yang terdampak gempa atau musibah, tetapi yang ada permasalahan kesehatan seperti stunting, contohnya," papar dia. [jto]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya