Berita

Jack Ma/Net

Dahlan Iskan

Awan Kiasan Untuk Pemburu Turis

RABU, 12 SEPTEMBER 2018 | 05:00 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

JACK Ma memberi kado untuk ulang tahunnya sendiri. Dua hari lalu. Ulang tahun ke-54. Ia menyatakan pensiun. Agar bisa memberi waktu cukup untuk tubuhnya.

Pensiun itu akan terjadi tahun depan. Saat usianya 55 tahun. Begitu muda pensiun. Dari jabatan eksekutif chairman Alibaba. Perusahaan yang didirikannya. Di tahun 1999.

Jack Ma begitu mudah membuat dirinya pensiun. Ia sudah latihan untuk itu. Tiga tahun lalu. Pensiun dari jabatan CEO. Tinggal menjadi chairman.


Tahun depan akan pensiun total. ''Saya pilih mati main golf di pantai dari pada mati di kantor,'' ujar Jack Ma saat menyatakan akan pensiun itu.
 
Tergambar betapa sibuknya Jack Ma. Kalau diteruskan seperti itu bisa mati di kantornya.

Semula ia mengira sudah bisa lebih santai. Saat berhenti sebagai CEO. Nyatanya tidak. Hidupnya habis di pesawat terbang. Tahun lalu, katanya, terbang 780 jam. Tahun ini bahkan bisa 1.000 jam.

Siapa mengira nama yang diberikan orang tua kemudian terkait dengan hidupnya. Nama asli Jack Ma adalah Ma Yun (马�'). Huruf kedua itu artinya awan. Sedang huruf pertama adalah marga.

Tidak hanya awan dalam pengertian fisik. Jack Ma juga berbisnis dengan awan dunia lain: cloud. Istilah komputer untuk penyimpanan data tak terbatas.

Nama Jack sendiri ia dapat dari orang asing. Turis. Yang datang ke Kota Hangzhou. Kota turis terkenal di Tiongkok. Yang di tengah kota ada danau indahnya: danau barat ( 西湖). Yang di sekitarnya ada dua pagoda tinggi. Lokasi untuk shooting film ‘’Legenda Ular Putih’’ itu.

Saya akan selalu terkenang dengan kotanya Jack Ma ini. Di villa sebelah danau inilah. Di sebelah villanya Mao Zedong itulah. Saya bertemu partner bisnis saya. Pertama kali. Ia tidak bisa bahasa Inggris. Saya pun belum bisa bahasa mandarin. Sama sekali.

Tapi hati kami cocok. Pandangan mata kami nyambung. Sampai sekarang. Ia mulai bisa bahasa Indonesia. Saya mulai bisa bahasa mandarin.

Persahabatan 25 tahun. Kota Jack Ma ini pula yang akan menjadi tuan rumah Asian Games mendatang.

Saya juga sering mondar-mandir Shanghai-Hangzhou. Yang tiga jam dengan mobil. Atau satu jam dengan kereta cepat.

Di Hangzhoulah Ma Yun uji nyali. Saat baru tamat SMA. Hanya punya sepeda jelek. Tiap hari ia mengayuhnya keliling kota. Cari kesempatan bertemu turis asing.

Badannya yang kecil, wajahnya yang lucu dan tekadnya yang kuat adalah daya tariknya. Bagi turis. Akhirnya Ma Yun bisa menemukannya. Turis yang jadi tempatnya belajar bahasa Inggris.

Pikiran Ma Yun begitu positif. Pun saat dinyatakan tidak lulus. Di ujian masuk universitas. Ia tetap belajar. Dengan caranya sendiri: mencari turis itu.

Sampai tiga kali Ma Yun tidak lulus ujian masuk. Berarti kian lama ia bisa belajar bahasa Inggris. Langsung dari orang asing pula. Turis itulah yang memberinya nama Jack. Gara-gara orang barat sulit mengeja nama Tionghoa.

Kata Yun memang sulit diucapkan. Tidak bisa dibaca yun. Juga tidak bisa dibaca yin. Huruf u itu harus dibaca bukan u. Harus dibunyikan antara u dan i. Bunyi u-nya 40 persen. Bunyi i-nya 60 persen. Kira-kira.

Sembilan tahun Jack bersahabat dengan turis itu.

Tahun keempat Jack lulus. Diterima di universitas yang ia impikan: 杭州师范大学。IKIP-nya Tiongkok. Ambil jurusan bahasa Inggris. Lulus dari situ Jack Ma menjadi guru. Impiannya guru. Hatinya guru. Otaknya guru.

Pun ketika akhirnya terjun ke bisnis. Jack Ma tetap merasa sebagai guru. CEO yang baik adalah guru yang berhasil. Yang bisa mengajak karyawannya tahu program. Tahu kerja. Tahu tujuan.

Lihatlah kalau Jack Ma bicara. Di kuliah-kuliah umum. Di berbagai belahan dunia. Begitu menariknya. Begitu banyak video kuliah umumnya di youtube.

Saya tidak yakin Jack Ma bisa pensiun. Lingkungannya akan membuatnya tidak bisa mati di pantai. Terlalu berharga pandanganya. Terobosannya. Dan kekayaannya.

Alibaba kini menjadi perusahaan raksasa. Salah satu yang terbesar di dunia. Dengan kekayaan USD 480 miliar dolar. Entah seberapa itu banyaknya.

Alibaba seperti sulapan. Semua itu hanya dalam 20 tahun.

Begitu cerdiknya. Seperti dalam cerita Alibaba saja.

Tentu memang ada maksud seperti itu.  Ketika Jack Ma menamakan perusahaanya Alibaba.

Sungguh aneh perusahaan Tiongkok diberi nama arab. Sangat tidak lazim.

Tapi tiap anak kecil di Tiongkok memang tahu cerita Alibaba. Dan menyukai cerita itu. Membaca komik-komiknya. Menjadi mimpi mereka. Anak-anak di Tiongkok mengagumi kecerdikan Alibaba. Bersama tokoh khayal Afanti (阿凡提). Yang kalau di kita dipanggil Abunawas.

Tahun depan Jack Ma sudah tidak mengendalikan Alibaba. Tapi ia pemiliknya. Dan Jack Ma masih akan bersama para eksekutifnya. Di perusahaan lain.

Jack Ma memang mengajak anggota direksi dan manajer seniornya. Untuk mendirikan perusahaan milik bersama. Di luar Alibaba. Namanya: Alibaba Partnership.

Pengganti Jack Ma pun sudah ditunjuk: Daniel Zhang. Orang Shanghai. Umur 46 tahun. Yang masuk Alibaba tahun 2007. Setelah berkarir di dua perusahaan lainnya. Perusahaan game dan perusahaan audit.

Alibaba tidak akan terganggu. Zhang sudah teruji. Tiga tahun terakhir. Selama Zhang jadi CEO. Alibaba tetap melejit.

Banyak sekali ide Zhang. Salah satunya adalah: hari belanja. Bukan hari pahlawan atau hari santri atau hari guru.

Ide itu muncul saat Zhang baru dua tahun di Alibaba. Di hari yang sudah ditetapkan itu siapa pun yang belanja dapat diskon khusus. Tentu harus lewat Alibaba.

Tahun pertama hari belanja itu mengejutkan. Omsetnya 50 juta dolar. Itu 9 tahun lalu.

Tahun kemarin omset satu hari itu sudah mencapai 25 miliar dolar.

Zhang sendiri menamakan hari belanja itu Double Eleven. Artinya: tiap tanggal 11 bulan 11. Hari itu adalah hari belanja.

Mungkin saja, kelak, tanggal 11 Nopember akan lebih dikenal sebagai hari apa. Dibanding 10 Nopember atau 25 Desember.

Zhang tentu tidak akan bisa menjadi Jack Ma. Tapi bisa mengalahkannya.

Di awal karirnya dulu nama Daniel Zhang tidak dikenal. Nama aslinya pun tidak disebut: Zhang Yong.

Orang sekitarnya memanggilnya Xiao Yao Zi. Adik kecil yang maunya sendiri dan tidak bisa dikekang sama sekali. Anak liar.

Dan berbahagialah yang punya anak liar. Siapa tahu bisa seperti Daniel Zhang. [***]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya