Berita

Nusantara

Pasca Gempa, Wisatawan Asing Jangan Khawatir Datang Ke Bali

SABTU, 25 AGUSTUS 2018 | 09:45 WIB | LAPORAN:

. Dalam rapat persiapan International Monetary Fund (IMF) 2018, seluruh Duta Besar di Indonesia diingatkan untuk tidak khawatir jika ada warga negara mereka ingin berwisata ke Bali.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Maritim, Luhut Binsar Panjaitan sekaligus sebagai ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-WB kepada 39 Duta Besar dan perwakilan kedutaan besar negara-negara asing di Indonesia.

"Hal terpenting dari kunjungan ini, kami ingin sampaikan kepada Anda sekalian adalah bahwa bepergian ke Bali aman. Saya harap Anda membantu menyampaikan pesan ini kepada pemerintah dan masyarakat di negara Anda," papar Menko Luhut di Bali seperti dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/8).


Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati juga menjelaskan tentang situasi terkini dari Gunung Agung dan dampak Gempa Lombok.

"Letusan Gunung Agung hanya berdampak pada area beberapa radius kilometer dari puncak gunung. Kepala BMKG telah menyampaikan informasi yang detil dan juga sudah menjelaskan secara detail tentang gempa bumi yang baru-baru ini terjadi di Lombok untuk Anda semua," jelasnya.

Menko Luhut menyebutkan informasi kepada para perwakilan negara-negara sahabat tersebut untuk keselamatan bagi para peserta dan rencana kontingensi yang akan dilakukan jika terjadi bencana.

Selain itu rapat yang berlangsung selama dua hari tersebut, para Dubes dan perwakilan negara-negara sahabat tersebut melakukan mendapat penjelasan dari Panitia Nasional mengenai detil acara, segala aspeknya termasuk keamanan bagi para peserta.

Menko Luhut juga berkomitmen akan memimpin langsung operasi penyelamatan jika terjadi bencana pada  berlangsung 10-13 Oktober mendatang itu.

"Dengan membantu mempromosikan Indonesia sebagai tujuan berlibur, akan membuka kolaborasi dengan negara kita. Kita bisa bertukar informasi, meningkatkan hubungan bisnis dan kebudayaan," tutupnya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya