Berita

Nusantara

ILUNI dan UI Peduli Sigap Turun Bantu Korban Gempa Lombok di Tiga Kabupaten

KAMIS, 23 AGUSTUS 2018 | 10:12 WIB | LAPORAN:

Gempa bumi yang menghancurkan ribuan rumah dan bangunan serta menewaskan ratusan orang di Lombok, NTB, direspons dengan cepat oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI).

Pengurus Pusat Ikatan Aluni Universitas Indonesia (ILUNI UI) terus mengirimkan bantuan dan terjun langsung membantu masyarakat korban bencana gempa bumi di tiga kabupaten,  di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Selain mendistribusikan berbagai kebutuhan sandang dan pangan dari para donatur, sejak tahap awal bencana, tim ILUNI UI juga aktif mendistribusikan relawan ke area bencana untuk melakukan assessment dan pendampingan.

Bantuan personil relawan datang dari tim korps  Resimen Mahasiswa (Menwa) UI, Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) UI, Sasando (Komunitas Mahasiswa UI dari Lombok), serta Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI (Puskris UI) sebagai bagian dari tim UI Peduli.


Hal tersebut disampaikan Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono. Arief saat itu didampingi koordinator ILUNI UI untuk penanganan bencana dan pasca bencana di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Endang Mariani dan ketua Community Developement ILUNI UI Irvan Toreza, yang saat itu baru tiba dari daerah terkena bencana di Lombok, NTB, Sekjen ILUNI UI Andre Rahadian dan juru bicara ILUNI UI Eman Sulaeman Nasim.

"Dengan semangat UI Peduli, donasi yang dikumpulkan dari para alumni UI dan pihak lain sudah dan akan diimplementasikan dalam bentuk pengadaan keperluan sehari-hari, seperti selimut, handuk, pakaian, bahan makanan, dan lainnya. ILUNI UI juga berkoordinasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Tim Psikologi TNI dan Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI (PUSKRIS UI) dalam persiapan pemberian pendampingan psikososial dan psikoedukasi," papar Arief Budhy Hardono kepada wartawan, Kamis (23/8).

Di tempat yang sama, Endang Mariani menjelaskan, bantuan dari para alumni UI yang dikoordinasikan ILUNI UI disebar di wilayah Sembalun Lombok Timur,  daerah Tanjung Lombok Utara, dan sekitar  Gunung Sari Lombok Barat. Dalam waktu dekat segera diberangkatkan juga tim teknis ILUNI UI untuk pengadaan listrik darurat dan penjernihan air di beberapa titik di Lombok. Kebutuhan tim medis dan tim teknis lainnya dipenuhi dengan datangnya tim UI Peduli yang melakukan pengobatan kepada masyarakat yang membutuhkan. ILUNI UI juga membuka Dapur Umum di Sembalun Bumbung, Lombok Timur, yang melayani tidak kurang dari 1.000 pengungsi per hari.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa gempa 29 juli 2018 yang terjadi di Lombok Timur,  ditambah dengan gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR), tanggal 5 Agustus 2018, yang mengguncang Lombok Lombok Utara, memberikan dampak yang cukup besar. Oleh karena itu, ILUNI UI langsung membuat keputusan cepat dan segera bergerak ke daerah Tanjung, tanpa melupakan daerah Sembalun yang juga menjadi daerah tujuan bantuan ILUNI UI. Saat itu kondisi korban gempa sudah sangat memprihatinkan.

"ILUNI UI bekerja sama dengan Relawan Tanah Air, bersama-sama melakukan pembuatan pos relawan gabungan di RSUD Tanjung, Lombok Utara," papar Irvan Toreza, yang saat itu berada di lapangan.

Ditambahkan Endang Mariani, wilayah Gunung Sari dan sebagian Lombok Barat, yang masih minim bantuan pun turut mendapatkan perhatian dari ILUNI UI. Bantuan selimut, pakaian, alat shalat, bahan makanan kering dan buku bacaan anak-anak diberikan bersamaan dengan pemberian pendampingan psikososial tahap awal. Sementara di Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur, Dapur Umum ILUNI UI yang dibangun bersama LMI sudah mulai berjalan.

"Pada saat pasca gempa yang berkekuatan 7,0 SR, pada 19 Agustus 2018, Dapur Umum ILUNI UI yang memang sudah berjalan tetap terus memberikan pelayanan. Kami  berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan 1.000 porsi/hari di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Jumlah ini bisa bertambah, jika warga yang kehabisan bahan makanan masih berdatangan," papar Endang Mariani.

Status Bencana

Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono, menyampaikan pihaknya tidak terlalu mempersoalkan apakah bencana gempa bumi di Lombok dan Sumbawa, NTB yang cukup massive dan masih terus berlangsung hingga saat ini, dikategorikan bencana nasional atau daerah.

Hal yang paling penting, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan segala perangkatnya harus segera membantu menyelamatkan masyarakat Lombok, Sumbawa dan daerah-daerah lainnya yang terdampak bencana di NTB. Keselamatan masyarakat terdampak bencana harus  menjadi prioritas.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah, membantu masyarakat terkena bencana, untuk membangun kembali rumah-rumah dan tempat usaha yang yang hancur karena terkena bencana. Sarana pendidikan dan sarana peribadatanan seperti masjid harus segera di bangun. Selain itu juga membantu menghilangkan trauma, agar mereka pasca bencana kembali optimis dalam menjalani kehidupan di masa depan," tegas Arief Budhy Hardono.  [rry]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya