Berita

Dedi Mulyadi/RMOLJabar

Nusantara

Idul Adha Momentum Menyembelih Hawa Nafsu Anak

KAMIS, 23 AGUSTUS 2018 | 04:57 WIB | LAPORAN:

Hari Raya Idul Adha dan berkurban bisa dijadikan sebagai momentum untuk menyembelih hawa nafsu anak. Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi menyebut, ikhtiar menuju hal tersebut harus konsisten dilaksanakan para orang tua.

"Umat manusia pada umumnya harus meneladani nilai dalam Idul Qurban. Nabi Ibrahim meminta kerelaan Ismail untuk disembelih. Itu simbol agar para orang tua menyembelih hawa nafsu anaknya," kata Dedi diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (22/8).

Nilai-nilai moral menurut Dedi sangat penting ditanamkan sejak dini. Langkah ini dalam rangka mencegah sikap brutal dan amoral dari anak-anak.


"Tren yang hari ini berkembang, anak-anak inginnya pasti beli motor, beli gadget dan barang konsumtif lain. Kondisinya itu belum sesuai dengan usia mereka. Kalau dibiarkan ini negatif untuk tumbuh kembang anak. Mereka bisa menjadi generasi konsumer," paparnya.

Dedi juga mengimbau para orang tua agar proporsional dalam bersikap. Kata dia, keinginan anak harus diwujudkan dengan catatan memperhatikan takaran. Ekonomi keluarga dia tegaskan harus menjadi pertimbangan.

"Kalau dibiarkan, ini akan merusak tatanan ekonomi sebuah komunitas. Karena itu, takaran dan banyak pertimbangan harus diterapkan. Jangan sampai ada orang tua yang menjual aset demi pemenuhan keinginan anak. Generasi masa depan tidak akan produktif kalau begitu," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Bupati Purwakarta tersebut menyerahkan hewan qurban berupa seekor sapi. Hewan tersebut merupakan hasil dari peternakan pribadinya. Selain itu, dia membawa makanan khas Purwakarta, sate maranggi untuk dinikmati jemaah usai Shalat Idul Adha.

"Nah, sebelum sapinya disembelih, kita makan sate maranggi dulu. Biar nanti daging sapinya diantar langsung panitia ke rumah warga yang membutuhkan. Jadi, warga tidak perlu antre dan berdesakan," katanya.

Warga sekitar tampak antusias menikmati penganan lokal ber-brand internasional itu. Untuk diketahui, sate maranggi khas Purwakarta berbahan dasar daging sapi atau kambing. Selain dijual di warung makan, makanan tersebut kini bisa ditemui di hotel-hotel berbintang.

"Ini asli produk peternakan. Kalau diolah, nilai ekonominya bisa berlipat-lipat," ujar Dedi. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya