Berita

Amran Sulaiman/Net

Nusantara

Menteri Pertanian Cermat Kondisikan Stok Hewan Kurban

SELASA, 21 AGUSTUS 2018 | 21:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Upaya Kementerian Pertanian menjaga ketersediaan stok hewan kurban menyambut Hari Raya Idul Adha menuai apresiasi.

Koordinator Kelompok Kerja Paguyuban Peternak Mandiri (Pokja PPM), Arifin Sulaiman mengatakan usaha yang dilakukan Kementan bukan kerja yang mudah. Sebab, diperlukan penataan yang sistematis untuk memperhitungkan kebutuhan hewan kurban di seluruh Tanah Air.

"Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan cermat mengondisikan ke daerah-daerah melalui dinas pertanian dan peternakan setempat agar memantau ketersediaan stok hewan kurban," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Selasa (21/8).


Diperkirakan kebutuhan jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun ini bakal melonjak. Namun, hingga saat ini belum ada keluhan di daerah mengenai kekurangan ketersediaan hewan kurban.

"Itu kan menandakan Amran Sulaiman bersama semua jajaran kementeriannya telah menganalisa sejak lama bahwa akan ada lonjakan permintaan kebutuhan hewan kurban," ujar Arifin.

Arifin menuturkan upaya memenuhi kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini dengan sinergi bersama dinas pertanian dan peternakan di daerah telah terlaksana baik.

Terbukti, kata Arifin, kerapnya pegawai dinas pertanian dan peternakan di daerah menyambagi areal peternak, khususnya yang tergabung dalam Pokja PPM, untuk menjamin ketersediaan stok hewan kurban.

Arifin juga memuji stabilitas harga hewan kurban yang normal di antara peternak. Menurutnya hal itu, disebabkan kebijakan Kementan yang menjamin terkendalinya ketersediaan konsumsi hewan ternak dengan harga terjangkau.

Begitu pula dengan standarisasi Aman, Sehat, Utuh, Halal (ASUH) hewan kurban yang ditetapkan Kementan, menurut Arifin sudah terealisasi optimal. Sebab program itu dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan dari kementerian maupun dinas terkait.

"Bukan ditetapkan standarisasi ASUH tapi dibiarkan lepas begitu saja. Saya rasa pengawasannya optimal," ungkap Arifin. [lov]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya