Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Sistem Kelistrikan Di Lombok Berangsur Pulih

SELASA, 21 AGUSTUS 2018 | 20:06 WIB | LAPORAN:

Sistem kelistrikan di Lombok, Nusa Tenggara Barat berangsur pulih pasca gempa yang kembali terjadi pada Minggu malam (19/8).

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Rahardjo Abu Manan menjelaskan, pemulihan listrik di wilayah terdampak gempa langsung dilakukan sejak listrik padam. Sistem di Lombok mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
 
Menurutnya, sistem jaringan PLTU rentan terhadap gempa lantaran dibangun secara terpisah. Hal itu juga berdampak pada pemulihan sistem kelistrikan yang memakan waktu selama delapan jam. Sementara, PLTD dibangun dalam satu kesatuan sehingga aman dari goncangan gempa serta hanya membutuhkan 30 menit untuk perbaikan.


"Kami bangun lagi, PLTU Jiranjang. Kami punya pembangkit 3x15 megawatt. Itu kan butuh waktu delapan jam, setelah dicek, bakar batubara lagi. Yang rentan itu PLTU, itu kan terpisah-pisah, boiler, turbin. Kalau PLTD aman. Jadi sistem di Mataram sudah pulih," tuturnya kepada wartawan, Selasa (21/8).

Djoko melanjutkan, gempa terakhir membuat delapan gardu induk di Lombok langsung terdampak dan sempat berhenti mengalirkan listrik. Upaya perbaikan langsung dilakukan sehingga aliran listrik berangsur pulih.

"Delapan Gardu Induk 150 KV sudah masuk tapi pemulihan bertahap, sistem mulai recovery. Dampak di masyarakat yang kami lihat, satu pekan kemarin kami memberikan layanan ke masyarakat. Rumah di Tanjung kan runtuh semua kami amankan jaringan listriknya dulu," jelasnya. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya