Berita

Sandiaga Uno/RMOL

Nusantara

Sandi: Yang Dibutuhkan Lombok Adalah Tobat Nasional

SELASA, 21 AGUSTUS 2018 | 15:57 WIB | LAPORAN:

Pemerintah diharapkan mengeluarkan sebuah keputusan terkait penanganan korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Bakal Calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Uno mengatakan,  penetapan status bencana nasional seperti desakan berbagai pihak selama ini merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.

"Ya, tentunya kewenangannya ada di pemerintah dan saya percaya pemerintah pusat akan memutuskan yang terbaik buat bangsa Indonesia, khususnya kepada rakyat NTB, rakyat Lombok yang terdampak," ujar Sandiaga Uno di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/8).


Menurut Sandiaga, yang paling dibutuhkan dalam menangani korban gempa adalah tobat nasional.

"Yang kita perlukan sekarang adalah tobat nasional," ujarnya.

Sandi tidak menjelaskan secara rinci untuk apa tobat nasional dilakukan. Namun  selain tobat nasional, seluruh masyarakat Indonesia juga harus ikut berpartisipasi dalam membantu korban gempa, di antaranya dengan doa dan mengirimkan daging kurban saat Hari Raya Idul Adha nanti. Sebab, makanan paling dibutuhkan para korban saat ini.

"Jadi terlepas daripada status, saya rasa ini penanganannya harus, penanganannya yang all out dan komprehensif," imbuhnya.

Tak lupa, Sandi pun mengimbau agar upaya memberikan bantuan kepada korban gempa di Lombok tak boleh dipolitisasi.

"Untuk politiknya sendiri harus dipisahkan karena yang harus dipastikan adalah saudara-saudara kita yang ada di NTB bisa segera mendapatkan bantuan dari kita," demikian Sandi. [lov]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya