Berita

Lisa/Dok

Dahlan Iskan

Kaligrafi TKW

SELASA, 24 JULI 2018 | 05:00 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

BEREDAR luas: video TKW yang ahli menulis kaligrafi huruf Mandarin. Seseorang minta saya menulis di disway.id: benarkah itu?

Seseorang itu adalah orang yang saya hormati: Harjoko Trisnadi. Wartawan senior. Usia 83  tahun. Masih sehat. Dapat penghargaan di hari pers nasional tahun ini. ''Saya kan tidak bisa bahasa Mandarin. Anda lebih tahu isinya,'' ujar Pak Harjoko. Ia Tionghoa. Asal Semarang. Tidak bisa bahasa Mandarin.

Di video itu tidak ada identitas. Tidak ada nama. Hanya disebut: TKW di Taiwan.


Saya mencoba menghubungi jaringan saya di Taiwan.

Ketemu: namanya Lisa. Bujangan. Asal Palembang. Tempat kerja: Taichung. Satu kota besar di Taiwan tengah. Pertengahan antara Taipei (utara) dan Kaoshiong (selatan).

Sayangnya Lisa tidak punya email. Tidak punya WA. Tidak punya WeChat. Hanya bisa ditilpon. Itu pun terbatas. Dia type pekerja yang disiplin. Tidak mau selalu bawa HP.

''Nama asli saya Lestari pak. Dipanggil Lisa,'' katanya pada saya. Dalam bahasa Mandarin. Yang nyaris sempurna. Dibanding Lisa bahasa Mandarin saya tidak ada sekukunya.

Nama 'Lestari' memang tidak mudah diucapkan oleh lidah sana. Tidak ada huruf China yang bunyinya 'Les'. Tepat sekali kalau Lestari memilih nama panggilan Lisa.

Sudah 12 tahun Lisa di Taiwan. Di majikan yang sama. Sudah dianggap keluarga sendiri. Tugasnya sehari-hari adalah menjaga orang tua. Yang kian tua. Kian rapuh. Usianya kini 90 tahun. Stroke.

Sejak juragannya stroke itulah Lisa tidak punya banyak waktu lagi belajar kaligrafi. Harus menemani orang tua itu: 24 jam. Tidak pernah libur. Lebaran tahun ini pun tidak pulang.

Guru kaligrafinya juga tidak ada lagi. Tapi Lisa sudah keburu pandai. Karyanya sudah banyak. Misalnya dua banner yang dia pegang itu. Yang filsafat di balik kaligrafinya sangat dalam. Yang tulisan kaligrafinya lumayan indah. Seperti yang dipegang di tangan kanan Lisa. Bunyinya:

Ping
An
Liang
Zi
Zhi
Qian
Jin

Arti kata perkatanya tidak bisa dipahami. Tapi makna keseluruhannya yang bisa diresap.

"Ping An (平安) memang hanya dua kata, tapi nilainya  sama dengan emas (�')yang tidak terhitung banyaknya".

'Ping An' artinya tenteram. Hidup tenteram itu lebih penting dari memiliki emas.  Sebanyak apa pun. Begitulah maksudnya.

Rosmah, istri Najib Razak, mungkin perlu memiliki banner kaligrafi itu. Atau juga Setya Novanto.

Saya juga ingin memiliki satu. Untuk jaga-jaga.

Banner dengan kaligrafi seperti itu biasanya untuk hiasan dinding. Dipasang di kanan kiri pintu. Agar mudah dibaca. Direnungkan. Dihayati. Dijalankan. Agar tidak rakus.

Orang rakus itu biasanya tidak bisa membawa ketenteraman.
Lisa tenteram di Taiwan.

Semoga tidak ada perang. Orang tuanya tidak lagi di Palembang. Sudah pindah ke Lampung. Toh  Lisa bujangan. Berumur 37 tahun.

Apakah sudah bisa bahasa Mandarin sejak di Indonesia? ''Saya mulai belajar Mandarin setelah tiba di Taiwan,'' jawab Lisa.

Saya mengirim pertanyaan padanya. Dengan SMS. Dalam bahasa Mandarin. Dengan huruf yang sudah disederhanakan.

Lisa menjawabnya dengan bahasa Mandarin. Dengan huruf yang masih lama. Tiongkok memang sudah menyederhanakan huruf Mandarin. Taiwan dan Hongkong masih mempertahankan huruf yang lama.

Agak sulit juga saya memahami jawaban Lisa.
Lihatlah contoh dua huruf ini. Ini yang huruf lama untuk kata Taiwan: 灣. Bandingkan dengan huruf barunya: 湾.

Untuk menuliskan huruf lama itu perlu 27 goresan. Sedang huruf barunya hanya perlu 12  goresan.

Atau lihatlah kata guo (negara). Yang lama ( 國 ) sebanyak 11  goresan. Sedang yang baru (国) hanya 8 goresan.

Saya akan belajar lagi dari Lisa. Saya sudah tidak mungkin belajar kaligrafinya: terlalu sulit. Tapi saya harus belajar menerima keadaan seperti Lisa.

Misalnya: naskah ini saya tulis di dalam pesawat. Dari Surabaya ke Balikpapan. Citilink. Kelas ekonomi. Saya dapat tetangga luar biasa gemuk. Sampai memakan sebagian kursi saya. Saya sampai harus duduk menyandar ke bahu istri. Yang lagi tidur.

Tapi saya merasa tenteram: pertama, bisa menyandar ke istri yang lagi tidur. Jarang ada kesempatan seperti ini. Kedua, saya bisa merasakan bahagia diberi tubuh yang agak langsing. [***]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya