Berita

Foto: Humas Kemenlu RI

Dunia

India Dan ASEAN Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Indo-Pasifik

JUMAT, 20 JULI 2018 | 07:14 WIB | LAPORAN:

Kerjasama maritim bukan menjadi sebuah pilihan namun juga keharusan, terlebih sejak berabad-abad lalu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik menjadi keunggulan geografis yang menyatukan India dan negara-negara ASEAN.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdurahman Mohamad Fachir dalam Delhi Dialogue X, di New Delhi, India, Kamis malam (19/7).

"India dan ASEAN perlu terus meningkatkan kerja sama maritim, utamanya dalam bidang keamanan dan ekonomi maritim serta perlindungan dan pelestarian lingkungan, termasuk di dalamnya mengatasi sampah plastik di laut," katanya.


Ia juga menuturkan, selayaknya India dan ASEAN dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan Indo-Pasifik.

"Indonesia berkeyakinan bahwa pengembangan infrastruktur dan transportasi maritim sangat vital dalam mendorong peningkatan investasi dan perdagangan," tuturnya.

Oleh karena itu kata dia, melalui perintah Presiden Joko Widodo, Indonesia saat ini tengah gencar membangun berbagai proyek infrastruktur maritim, termasuk 32 pelabuhan laut yang ditargetkan selesai pada 2019.

Dalam kesempatan itu juga Wamenlu mengundang India dan negara-negara ASEAN lainnya untuk berinvestasi pada proyek infrastruktur maritim di Indonesia.

Delhi Dialogue X bertajuk 'Strengthening ASEAN-India Maritime Cooperation' ini diselenggarakan pada 19-20 Juli 2018 dan dihadiri oleh para menteri, wakil menteri, pebisnis terkemuka, akademisi serta think-tank, dari ASEAN dan India.

Perhelatan ini mengangkat berbagai isu terkait kerjasama maritim ASEAN-India yang terbagi dalam enam sesi diskusi panel dan empat diskusi pararel.
 
Isu-isu tersebut yaitu konektivitas; hubungan sosial-budaya; dinamika geopolitik global; kerja sama perdagangan, investasi, dan teknologi; UMKM; e-commerce; kerja sama pariwisata; dan kota pintar. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya