Berita

Foto/Net

Dahlan Iskan

Bermuara Ke Yang Besar Juga

JUMAT, 20 JULI 2018 | 05:06 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

MUARA persewaan sepeda ini akhirnya konglomerat juga.

Tapi lihatlah riwayat lahirnya:

Lima mahasiswa punya hobi yang sama: bersepeda. Mereka pun membuat klub sepeda. Di Beijing. Mereka memang lagi kuliah di program bisnis di Beijing University. Yang sering mendapat gelar informal sebagai 'Harvardnya Tiongkok'.


Ketua klub sepeda itu bernama Dai Wei. Kelahiran tahun 1991. Asal: provinsi miskin Anhui. Begitu lulus tahun 2013 Dai Wei harus ai guo: mengabdi di pedalaman. Mengajar matematika di pedesaan provinsi terpencil: Qinghai. Saya bisa membayangkan terpencilnya provinsi ini karena sudah tiga kali ke Qinghai.

Setahun di Qinghai ia ambil master di universitas yang sama.

Belum lagi lulus, lima mahasiswa ini merumuskan gagasan: bisnis persewaan sepeda. Kecil-kecilan. Khusus untuk turis. Dan untuk lingkungan kampus.

Mereka pun mulai mencari dukungan dana. Sasaran pertamanya adalah: ikatan alumni program bisnis di universitas itu. Yang memang punya dana khusus: untuk mahasiwanya yang serius ingin memulai bisnis.

Dana itu cukup untuk membeli sepeda sebanyak 2.000 roda. (Di Tiongkok satuan untuk sepeda adalah 'liang' bukan 'buah').

Mereka mendirikan perusahaan: OfO. Pilihan nama itu terinspisari dari imajinasi: tiga huruf itu mirip sketsa orang naik sepeda. OfO ternyata laris. Selama setahun itu penggunanya sudah 20.000.

Tentu dana pertama tadi tidak cukup. Untuk mendukung gairah dan ambisi mereka.

Dicarilah dana dari perusahaan besar. Mereka incar perusahaan yang menyukai teknologi.

Yang merspons ternyata perusahaan telepon Xiaomi. Dan satu perusahaan lagi bernama Didi (baca: Titi). Didi adalah perusahaan yang berhasil mematikan Uber di Tiongkok. Dengan cara membelinya. Dan menguburkan nama Uber di kuburan abadi.

Dari dua perusahaan itu Dai Wei mendapat dukungan dana USD 130 juta. Atau sekitar Rp 150 miliar. Begitu mudahnya cari dana. Untuk ide yang hebat. Untuk langkah kecil yang sudah nyata.

Mulailah OfO ngetop. Bisa membuka persewaan sepeda di mana-mana. Warna kuning tiba-tiba memenuhi trotoar setiap kota.

OfO pun memasuki tahap yang disebut 'growing pain'. Sakit akibat pertumbuhan. Sakitnya pun berat. Karena pertumbuhannya terlalu cepat. Artinya: OfO perlu dana yang lebih besar.

Didi berani menyuntikkan dana lagi. Lebih besar: USD 450 juta. Hampir Rp 600 miliar. Bersama perusahaan Russia, Digital Sky Tech.

Grup Alibaba giliran tergiur. Ikut suntikkan dana USD 700 juta. Dan tahun ini Alibaba kembali menginjeksi lagi. Lebih besar lagi: USD 866 juta.

Perkembangan OfO memang menjadi luar biasa. Persewaan sepeda ini sudah beroperasi di 250 kota. Di 22 negara. Waktu di Dallas, Texas, bulan lalu saya kaget: ada OfO juga di sana. Waktu ke St Louis, Missouri, juga ketemu OfO.
Total OfO sudah memiliki sepeda sebanyak 10 juta liang.

Bermula dari ide lima mahasiswa. Hanya dalam lima tahun. Dari hobi bersepeda. Bisa memiliki perusahaan raksasa. Senilai Rp 14 triliun.

Bisnisnya pun sepele: persewaan sepeda.

Memang sukses OfO menggeret banyak follower. Puluhan perusahaan lahir. Ikuti jejak OfO. Ada yang bertahan, ada yang langsung mati.

Mobike, yang sepedanya warna Manchester City, tergolong sukses juga: punya 9 juta sepeda. Beroperasi di 200 kota. Di 18 negara.

Tapi banyak juga yang mati. WukangBike hanya berumur 6 bulan. Beroperasinya di kota Chongqing: kota besar di bagian tengah Tiongkok. Yang penduduknya 50 juta. Yang umumnya lebih miskin dari wilayah Tiongkok timur.
Ditemukanlah penyebabnya: 90 persen sepedanya hilang!

Bukan berarti OfO atau Mobike tidak pernah kehilangan sepeda. Tahun lalu diadakan pencarian sepeda di sungai Mutiara. Yang melintasi kota Guangzhou. Hasilnya lumayan: 3.000 sepeda berhasil diangkat dari sungai. Rupanya tidak ada ikan yang berani memakannya.

Persewaan sepeda telah menjadi kisah sukses. Meski belum satu pun yang berhasil laba. Suksesnya masih di tahap ini: siapa yang meruginya paling besar dialah yang disebut paling sukses.

Tapi lima mahasiswa ini telah bisa mengubah kata mobil menjadi sepeda. Awalnya mereka tidak mungkin mampu membeli mobil. Cita-cita awal mereka hanyalah: bagaimana bisa menghubungkan mobil dengan mobil. Melalui sepeda. Sejauh-jauh mobil dikendara harus ada sepeda untuk jarak dekatnya.

Final persaingan sepeda sewaan nanti: tim Alibaba vs tim Tencent. Rasanya seperti itu. Kecil kemungkinan melesetnya. Dua konglomerat terbesar di Tiongkok itu sedang berada di perempat final. OfO akan dibeckingi Alibaba dan Mobike didukung Tencent.

Dunia modern kian bermuara ke yang besar-besar saja. Atau sekalian yang kecil-kecil saja. Tidak adakah tempat bagi yang sedang-sedang saja? [***]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya