Berita

Foto/Net

Dunia

Pesona Kuliner Dan Budaya Nusantara Kembali Hipnotis Masyarakat Ekuador

KAMIS, 19 JULI 2018 | 05:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pekan kuliner dan budaya Indonesia di Hotel Hilton Colon Guayaquil, Ekuador yang mengusung tema "The Exotic Bali"  yang berlangsung pada tanggal 10 hingga 15 Juli 2018 kembali menghipnotis sekitar 350 orang pengunjung Restoran Portofino, Hotel Hilton Colon, Guayaquil.

The Exotic Bali merupakan kegiatan promosi kuliner dan budaya atas kerjasama KBRI Quito dengan Hotel Hilton Colon Guayaquil. Ini merupakan kegiatan kedua setelah suksesnya kegiatan Wonderful Indonesia Week yang dilaksanakan 2017.

Wonderful Indonesia Week dibuka secara resmi pada tanggal 10 Juli 2018 oleh Duta Besar RI Quito, Diennaryati Tjokrosuprihatono bersama pejabat Kementerian Pariwisata Ekuador untuk Guayaquil, Ricardo Armijos, GM Hilton Colon Guayaquil, Franz Mosser dan pemilik Hotel Hilton Colon Guayaquil, Maurice Dassum, serta dihadiri sekitar 80 tamu undangan yang terdiri dari para pengusaha termasuk pelaku usaha bidang pariwisata di Ekuador, kalangan diplomatik, sejumlah chef ternama Ekuador dan sahabat-sahabat Indonesia lainnya.


Khusus untuk pekan kuliner dan budaya tahun 2018 ini, KBRI Quito mengundang Chef Agus Hermawan dan Chef Robertus Harito Gentur Respati dari Amsterdam untuk menggawangi tim kuliner bersama Marino dan Sonia yang merupakan juru masak Wisma Duta serta Chef Manfred dari Hotel Hilton Colon Guayaquil. Michelin star Chef Agus Hermawan yang sehari-hari menjadi Manager dan Executive chef di restoran Ron Gastrobar Indonesia di Amsterdam sekaligus Duta Gastronomi Indonesia untuk Belanda dan Chef Robertus Harito Gentur Respati merupakan star chef di Hotel Hilton Bandara Schipol Amsterdam, selama sepekan menyiapkan puluhan menu Indonesia dari makanan pembuka hingga penutup.

Menu yang disiapkan dalam kegiatan promosi Indonesia bertema The Exotic Bali ini tidak saja makanan-makanan khas Bali, tapi juga  berbagai variasi makanan Indonesia dari berbagai daerah. Beberapa pilihan menu yang disiapkan antara lain untuk hidangan pembuka, lumpia bebek, gohu ternate, gado-gado, martabak, lemper ayam, taco ayam sereh. Untuk makanan utama yaitu, nasi goreng, mie goreng, sop buntut, laksa Bogor, soto mie, soto ayam, sayur lodeh, tempe mendoan, bebek betutu, oseng maranggi, iga bakar cabe ijo, tahu isi, lalapan, sambel terasi, sambel tempe kencur, dan aneka kerupuk.

Sedangkan untuk hidangan penutup berupa dadar gulung inti, cendol, ketan hitam, lapis pannekoek, agar-agar jahe, wingko babat serta aneka minuman seperti teh upe gula batu, mojito, kecombrang, mojito sinom, mojito air kelapa yang diberi sentuhan sambal yang mendapat sambutan hangat para pengunjung.

Promosi gastronomi dan budaya Indonesia yang buka pada pukul 19.00 pada hari Selasa sampai dengan Sabtu, serta pada pukul 13.00 pada hari Minggu, juga diisi dengan musik dan lagu yang dibawakan oleh Yuyun Geroge, Padre Jefri dan Padre Elfi yang merupakan misionaris yang ditugaskan disalah satu kota di Ekuador, fashion show koleksi dari Batik Chic oleh Novita Yunus dan tarian Indonesia oleh Vera dan Edgar yang membawakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia seperti tari Pendet, tari Legong Bapang Saba, tari Sonteng, tari Lenggang Kipas, tari Asmarandana, tari Enggang, tari Rantak dan tari Punggawa. Kemeriahan acara juga sangat terasa hangat saat pengunjung ikut menari poco-poco, gemofamire dan sajojo bersama.

Kesuksesan dari kegiatan promosi Indonesia kali ini tidak terlepas dari kerja keras KBRI Quito dan Hotel Hilton Colon Guayaquil yang melakukan promosi melalui media sosial dan juga stasion TV yang menyiarkan promosi secara langsung di tiga stasion TV yaitu, Teleamozas, Telerama dan juga Channel 10. Kemudian untuk lebih menonjolkan nuansa Bali sesuai dengan tema kegiatan, KBRI Quito menggandeng Amara Decor milik Paula Galarza, seorang pengusaha Guayaquil yang banyak mengimpor produk-produk handicraft dan furnitur dari Bali.

Seperti keberhasilan kegiatan Wonderful Indonesia Week 2017, dalam kegiatan The Exotic Bali 2018 ini juga berhasil menarik sekitar 350 orang pengunjung selama lima hari, yang setiap pengunjung membayar dengan tarif 45 dolar AS per orang untuk dapat menikmati hidangan khas Indonesia dan pertunjukan yang disuguhkan.

Kegiatan promosi kuliner dan budaya ini diharapkan dapat terus meningkatkan pemahaman masyarakat Ekuador khususnya di Kota Guayaquil dan sekitarnya mengenai potensi pariwisata Indonesia. [rus/***]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Wall Street Kompak Hijau Berkat Lonjakan Saham AI

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:03

Krisis Energi Kuba: Blokade Minyak AS Picu Pemadaman Listrik Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45

Festival 1000 Berkah: Dari Sampah Plastik Menjadi Paket Pangan untuk Sesama

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:35

Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:22

Pasar Eropa Bangkit dari Tekanan, STOXX 600 Ditutup Hijau

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:07

Melawan atau Hanyut dalam Tekanan

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:43

Negara Harus Petakan Pola Serangan KKB di Papua Demi Lindungi Warga

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:23

Pedro Sanchez Warisi Politik Bebas Aktif Bung Karno

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:59

TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pesisir Tangerang

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:45

SPPG IFSR Gelar Program Makan Berbuka Gratis Tanpa APBN

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:22

Selengkapnya