Berita

Foto/Net

Dunia

Mahathir Dilawan Rakyat

Soal Mobil Nasional
RABU, 18 JULI 2018 | 11:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ambisi Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, melahirkan kembali mobil nasional seperti Proton dilawan. Rakyat Malaysia, tidak ingin kecele untuk kedua kalinya. Sebelumnya Proton telah lepas ke negeri China karena dianggap membebani keuangan negara.

Ambisi Mahathir ini langsung diutarakan begitu ia terpilih sebagai perdana menteri. Kegagalan PM Najib Razak mengelola Proton hingga lepas saham tahun lalu membuatnya jengkel. Mobil nasional pertama Malaysia itu dibentuk pada 1983 semasa dirinya menjabat PM Malaysia.

Penolakan rakyat itu awalnya muncul dari media sosial. Laman resmi Facebook harian The Star Online yang memuat berita rencana Mahatir ini mendapat respon miring. Ribuan akun memperdebatkan ide ini. Sebagian besar menolaknya.


Salah satu netizen, Rozana Isa, menyarankan pemerintah fokus membangun transportasi publik ketimbang mobil nasional. "Jauh lebih menguntungkan jika pemerintah memastikan sistem transportasi publik yang aman, efisien, dan ramah pengguna berbagai usia serta mudah diakses penyandang disabilitas," tulisnya.

Netizen lainnya, Austin Yap mendesak PM Mahathir agar mengikuti apa yang dia sarankan sendiri. "Tun, Anda pergi ke Jepang untuk kebijakan memandang ke timur. Tolong, pelajari transportasi publik di Tokyo," ujar Austin.

Gunasagaren Kumarasamy, mendesak Mahathir agar fokus mengatasi utang negara dan masalah ekonomi. Sedangkan Prasant Ramachandran mengatakan, Malaysia seharusnya fokus meningkatkan SDM dan menciptakan para insinyur otomotif yang handal.

"Lihatlah Singapura. Mereka tak perlu industri otomotif untuk berpedan di dunia, perekonomian mereka yang menjadi kisah sukses mereka," ujar Prasanth. "Malaysia bisa seperti Singapura bahkan lebih baik, jika kita memprioritaskan hal yang lebih penting yang tidak akan menjadi beban negara," tambahnya.

Netizen lainnya, Stephen Chua juga tak setuju dengan niat Mahathir. Dia menyebut Thailand yang meski tak memiliki mobil nasional memiliki industri otomotif yang tangguh. "Saya kira kita sudah belajar dari Proton 1.0, satu kali sudah cukup. Kolaborasi untuk merakit mobil di sini dengan masukan rancangan teknis, oke. Kolaborasi untuk memproduksi, tidak," ujarnya.

Ada yang menyarankan, jika ingin mobil nasional maka sebaiknya di sektor elektrik. "Jika beliau bersikeras untuk memiliki mobnas, buatlah mobil listrik. Masa depan yang kita tuju," kata Haidir Hashim.

Penolakan rakyat ini muncul ketika Mahathir terlihat semakin berambisi menghidupkan Proton jilid dua. Tidak hanya berkata-kata, politisi gaek ini bahkan menyatakan niatnya saat kunjungan ke Jepang, Senin (11/6) lalu, di acara Konferensi Nikkei ke-24 untuk Asia Masa Depan.

Saat itulah Mahathir menyampaikan, pemerintahannya memikirkan untuk memulai proyek mobil nasional baru dengan menggandeng Thailand, Korea Selatan atau Jepang sebagai partner. Semangat Mahathir di Tokyo ternyata direspon negatif rakyatnya sendiri.

Ditolak rakyat, Mahathir sepertinya telah mendengar dan kemungkinan akan mengurungkan ambisinya itu. Namun, seperti dikutip Channel News Asia, kemarin, Mahathir sempat curhat dan menyampaikan kekecewaannya, atas ide mobil nasional.

Dalam postingannya di blog, Mahathir berkata dia diberi tahu tak ada yang menginginkan proyek mobnas baru. Mahathir ngedumel lewat tulisan, bahwa "kami tidak mampu dan tidak siap untuk mempunyai industri otomotif sendiri".

PM berusia 93 tahun itu berkata, warga Malaysia lebih siap untuk membeli mobil impor dari China, Jepang, maupun Jerman. Mahathir bercerita tentang buruknya kualitas mobil Jepang miliknya. Jika digores dengan kuku, bodi mobil itu begitu tipis laksana kaleng susu. PM yang akrab dipanggil Dr M itu menegaskan mobil bodi kaleng itu yang sudah beredar di Malaysia dalam berbagai bentuk dan merek. "Selamanya, mobil kami bakal terbuat dari kaleng susu," tutur Mahathir.

Mahathir juga menyebut Malaysia tidak ingin terlahir sebagai negara produsen. "Kami bakal menjadi negara konsumen. Sejak awal ini yang kami inginkan. Tak apa-apa. Lupakan saja Visi 2020,"  sindirnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya