Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dikecam, Kekejaman Polisario di Tindouf

SABTU, 14 JULI 2018 | 15:05 WIB

Berbagai organisasi masyarakat sipil Amerika Latin menyoroti pelanggaran HAM yang terjadi di kamp Tindouf di Aljazair yang dikuasai kelompok Polisario. Mereka menyebut Polisario melakukan teror terhadap warga pengungsi, khususnya kaum wanita Sahrawi.

Menurut Maghreb Arab News (MAP), berbagai organisasi kemanusiaan yang menyampaikan kecaman itu antara lain  Global Africa Latina Foundation, Mexico’s Socpinda, Oaxaca, Dominican Republic’s Committee for World Peace, Human and Municipal Rights, dan Peru’s Foundation of Education and Enterprise.

Organisasi-organisasi kemanusiaan ini mengatakan, Polisario melakukan penculikan dan menahan wanita Sahrawi di kamp Tindouf.


“Wanita diculik di kamp Tindouf yang dikuasai Polisario. Mereka tidak mendapatkan hak mereka dan tidak mendapatkan peluang untuk mewujudkan mimpi dan ambisi mereka,” antara lain bunyi pernyataan bersama organisasi-organisasi kemanusiaan itu seperti dikutip dari SahabatMaroko.Com.

Pada Desember 2015 lalu, seorang wanita muda Sahrawi kewarganegaraan Spanyol, Maloma Morales,  ditangkap Polisario saat mengunjungi ibu kandungnya di Tindouf. Morales adalah salah satu anak Sahrawi yang telah diadopsi keluarga Spanyol.

Setahun sebelumnya, Agustus 2014, seorang wanita Sahrawi yang sekarang juga sudag berkewarganegaraan Spanyol, ditangkap saat mengunjungi kakeknya yang sedang sakit.

Pada 20 Juni lalu, Anggota Parlemen Eropa (MEP) mengecam perkawinan paksa dan kemerdekaan warga Sahrawi yang dirampas, juga penyiksaan yang dialami wanita Sahrawi di Tindouf. MEP mendesak Aljazair dan Spanyol untuk mengambil tindakan tegas menghentikan situasi ini.

Dalam kesempatan yang sama, berbagai organisasi kemanusiaan Amerika Latin itu juga menyampaikan dukungan atas upaya Maroko memerangi kelompok teror di kawasan Sahara, sekitar perbatasan Maroko dengan Aljazair. Berbagai laporan sebelumnya secara terpisah menyebutkan Polisario terlibat dalam berbagai aksi teror ini.

Hal lain yang mereka sampaikan adalah dukungan atas pembicaraan damai yang dipimpin PBB untuk menghentikan ketegangan dan mencari jalan keluar yang demokratis di kawasan.

Awal bulan Juli ini, Khat Achahid, sebuah grup bekas anggota Polisario menulis surat untuk Uni Afrika mengenai pelanggaran HAM yang dilakukan Polisario terhadap pengungsi Sahrawi. Menurut mereka, setidaknya 650 pengungsi hilang dari Tndouf antara 1975 sampai 1991. Mereka yang hilang ini diduga menjadi korban dari kebiadaban Polisario. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya