Berita

Foto/Net

Dunia

Jepang Berduka

Banjir Tewaskan 100 Orang
SELASA, 10 JULI 2018 | 08:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jepang tengah berduka karena dihantam banjir dan tanah longsor. Jangan bayangkan banjirnya seperti Jakarta. Di sana lebih dahsyat dan hanya menyisakan atap rumah. Jumlah korbannya pun luar biasa: lebih dari 100 orang.

Banjir dan tanah longsor di Jepang dipicu hujan deras yang melanda beberapa daerah di bagian barat. Dimulai dari Kamis (5/7) hingga Minggu (8/7). Intensitas hujan kali ini tiga kali lebih besar dibanding hujan bulan Juli pada umumnya.

Dikutip dari media Jepang NHK, hingga kemarin, korban tewas mencapai 112 orang. Tiga orang dalam kondisi kritis, 79 lainnya masih hilang. Dari 112 yang tewas, 87 orang tewas akibat banjir. Sisanya karena tanah longsor dan sebab lain.


Menilik data, besar kemungkinan jumlah korban itu melampaui tahun 1983, saat bencana serupa merenggut 117 nyawa.

Surat kabar Asahi Shimbun melaporkan sebagian besar korban jiwa, 42 orang berasal dari Prefektur Hiroshima. Disusul Ehime, Okayama, Kyoto, Yamaguchi, Fukuoka, Shiga, Gifu, Saga dan Kochi.

Jumlah korban hilang tertinggi juga berada di Prefektur Hiroshima, hampir mencapai 50 orang. Gambar udara yang diterbitkan oleh Asahi Shimbun menunjukkan puluhan rumah di Hiroshima hancur total akibat longsoran lumpur. Jalan-jalan dan rel kereta api terputus.

Jubir Pemerintah Yoshihide Suga mengatakan, setidaknya 73 ribu petugas tim gabungan kepolisian, pemadam kebakaran dan pasukan bela diri telah dikerahkan untuk misi pencarian dan penyelamatan korban.

Pemerintah juga telah mengerahkan setidaknya 700 unit helikopter membantu proses pencarian para korban. Selain mencari para korban yang terperangkap, mereka turut membantu evakuasi nyaris sebanyak dua juta orang dari rumah masing-masing. Kebanyakan para korban selamat bertahan di atap rumah mereka, menunggu uluran tangan tim penyelamat.

Tapi, yang selamat pun tak begitu saja luput dari sengsara. Hampir 13 ribu orang tak mendapatkan listrik lantaran diputus akibat banjir. Sementara ratusan ribu lainnya tak punya akses air bersih. Stok makanan juga mulai menipis. "Kami tak bisa mandi. Toilet-toilet tidak bisa digunakan dan persediaan makanan kami menipis," kata Yumeko Matsui, warga Kota Mihara, dikutip dari Reuters. "Minuman botol dan teh hilang dari mini market dan toko lainnya," imbuhnya.

Mimpi buruk Jepang ini tampaknya belum akan berakhir. Seorang pejabat badan meteorologi setempat, Minako Sakurai memprediksi hujan lebat akan terus berlanjut hingga akhir pekan ini. Malah, tak cuma di bagian barat, tapi juga di timur negeri itu. "Situasinya masuk pada tahap bahaya ekstrem," tuturnya.

Melihat prediksi ini, 4 juta orang diimbau bersiap melakukan evakuasi. Khususnya, warga yang bermukim di area sekitar lokasi bencana. Merekalah yang paling berisiko mengalami bencana tanah longsor, banjir, embusan angin dan kondisi cuaca ekstrem lainnya.

Sidang Kabinet Jepang, kemarin, sudah memutuskan bencana alam ini termasuk kategori 'Serius'. Keputusan ini memberi jaminan peningkatan bantuan keuangan pemerintah pusat untuk upaya pemulihan.

"Kami akan mengatur langkah-langkah fiskal untuk membantu pemerintah daerah menangani situasi darurat dan pemulihan rasa aman," kata Perdana Menteri Shinzo Abe.

Abe memerintahkan membentuk tim lintas lembaga yang memberi dukungan pada korban dengan menyediakan kebutuhan pokok dan tempat tinggal.

Fokus dalam penanganan bencana, Abe memutuskan membatalkan perjalanan ke luar negeri. Dia dilaporkan sudah menyampaikan kepada wakil kepala Partai Demokratik Liberal. Tadinya, Abe hendak melawat ke Belgia, Prancis, Arab Saudi dan Mesir mulai Rabu (11/7). ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya