Berita

Najib Razak/Net

Dunia

Najib Pura-pura Boke

Nggak Kuat Bayar Jaminan 3,5 M
JUMAT, 06 JULI 2018 | 08:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengaku tak mampu membayar uang jaminan keluar tahanan sebesar RM 1 juta atau setara dengan Rp 3,5 miliar. Pendukung Najib sampai harus melakukan penggalangan dana untuk membantunya. Apa Najib pura-pura bokek?

Para pendukung Najib melakukan pengumpulan dana yang dinamakan dengan Solidariti Bersama Datuk Najib. Sementara Najib baru membayar setengah dari total uang jaminan yang ditetapkan jaksa. Sisanya, harus diberikan paling lambat Senin pekan depan. Perdebatan mengenai jumlah uang jaminan menghabiskan waktu satu jam sebelum Hakim Mohd Sofian Abd Razak akhirnya memutuskan jumlah RM 1 juta.

Sebelumnya, Jaksa Agung Tommy Thomas mengusulkan uang jaminan ditetapkan sebesar RM 4 juta yang menurut penasihat hukum Najib, Shafee Abdullah terlalu tinggi. Shafee mengatakan, kliennya tidak memiliki risiko melarikan diri keluar negeri dan meminta uang jaminan ditetapkan antara RM 500 ribu sampai RM 800 ribu.


Dia mengklaim rekening bank milik Najib maupun keluarganya telah dibekukan dan keluarga Najib harus mengumpulkan dana dari kerabat juga teman-temannya untuk membayar uang jaminan. Kedua belah pihak akhirnya menyepakati uang jaminan di angka RM 1 juta dengan dua penanggung jawab dan setuju jumlah tersebut dibayarkan dalam dua pembayaran.

Dilansir dari The Star, aksi penggalangan dana diadakan di rumah Najib di Langgak Duta, Kuala Lumpur kemarin siang sekitar pukul 2 waktu setempat. Tampak anggota parlemen Mahmud Zakaria yang mewakili wilayah Sungai Acheh dan Ketua Divisi Pemuda UMNO Wilayah Batu, Ghulam Muzaffar Gulam Mustakim. Keduanya tiba di lokasi dengan membawa sebuah kotak bertuliskan 'Free Najib' dan #FREENAJIB.

Juru bicara aksi penggalangan dana, Mohd Razlan Mohamad Rafii menyebut, para pendukung Najib ingin memberikan dukungan moral dan finansial. "Kami tahu bahwa dia telah dituntut dan jaminannya telah ditetapkan sebesar RM 1 juta. Namun, Najib hanya bisa membayar RM 500 ribu dan untuk membiayai jumlah tersebut, dia harus menyerahkan sertipikat kepemilikan rumahnya sebagai jaminan. Karena itu kami ingin menawarkan dukungan moral dan finansial kami kepadanya," tutur Mohd Razlan yang juga eks Kepala Sayap Pemuda untuk Wilayah Federal.

Sementara, anak Najib, Nooryana Najwa menyatakan rekeningnya dibekukan. Hal ini diunggahnya di laman Facebook 'Warga Malaysia untuk Kebebasan Sipil'. Menurutnya, tak hanya rekeningnya saja yang dibekukan. Bahkan rekening putra Nooryana yang masih berusia 10 bulan juga dibekukan.

Dalam akun bank tersebut terdapat RM 100 atau sekitar Rp 352 ribu, hasil dari pemberian Hari Idul Fitri. "Segera setelah saya mengirimkan jaminan untuk ayah saya kemarin dengan dana yang dikumpulkan dari teman dan kerabat, bank saya mengatakan mereka memiliki instruksi untuk membekukan akun pribadi saya yang digunakan membayar biaya sekolah saya sendiri," tulis Nooryana di akun Facebook, seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis 5 Juli 2018.

"Apakah pemerintah sangat ingin membalas dendam sehingga mereka berencana menghilangkan seluruh keluarga kami? Apa yang harus saya lakukan terhadap tabungan bayi saya? Apakah ini doa orang Malaysia?" tanyanya.

Najib didakwa di pengadilan Rabu, 4 Juli kemarin. Dia diduga menyelewengkan dana negara lewat 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dia juga dituding menyalahgunakan kekuasaan. Namun, Najib mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang ditujukan kepadanya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya