Berita

SBY/RMOL

Politik

Kekalahan Demokrat Di Jakarta Dan Jabar Karena Blunder SBY

KAMIS, 05 JULI 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemilihan gubernur di DKI Jakarta 2017 dan di Jawa Barat 2018 menjadi indikator utama elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang merosot. Jakarta dan Jabar adalah dua provinsi yang sangat strategis untuk memenangkan Pemilu 2019.

Demikian disampaikan Koordinator Pergerakan Pemuda Merah Putih (PP Merah Putih) Wenry Anshory Putra dalam keterangan tertulis, Kamis (5/7).

Maret 2017, KPU Jakarta menetapkan DPT untuk Pilgub Jakarta 2017 mencapai 7.264.749 orang. Dan April 2018, KPU Jabar menetapkan DPT untuk Pilgub Jabar 2018 mencapai 31.735.133 orang.


Maka, kata Wenry, hal yang sangat wajar bila Jakarta dan Jabar menjadi sangat strategis untuk memenangkan Pemilu 2019. Bahkan, pasangan cagub dan cawagub yang diusung Demokrat di provinsi strategis ini harus tersungkur.

Lalu, kenapa jagoaan yang diusung Demokrat karam di Jakarta dan dan terkubur di Jabar?

Menurut Wenry, manuver SBY yang mengusung putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilgub Jakarta adalah blunder pertama. Dan manuver SBY yang mengusung Deddy Mizwar pada Pilgub Jabar adalah blunder kedua.

"Mengapa blunder? Karena, kekalahan telak keduanya sangat berkaitan erat dengan manuver-manuver SBY yang justru menjungkalkan keduanya. AHY harus karam pada putaran pertama pada Pilgub Jakarta dan Demiz sebagai petahana pada akhirnya terkubur setelah RK memimpin perolehan suara, bahkan Demiz mampu disalip oleh Sudrajat yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan," tuturnya.

Selain mesin politik yang tidak bekerja maksimal, faktor lainnya adalah kemunculan terus menerus SBY di panggung politik justru mendowngrade Demokrat.

"Pengaruh SBY setelah 10 tahun berkuasa telah meredup, apalagi ditambah dengan ambisi SBY yang begitu besar menjadikan AHY "sebagai penerusnya". Hal ini dapat dilihat dari segala manuver yang dilakukan SBY untuk mendongkrak popularitas AHY," terang Wenry.

AHY yang pensiun dini dari kariernya sebagai prajurit TNI demi menjadi politisi dan diusung Demokrat Cs dalam Pilgub Jakarta, tentu tidak mendapat simpati masyarakat. Buktinya, AHY terhenti pada putaran pertama yang saat itu Pilgub Jakarta ada tiga pasangan calon.

"Selama SBY terus menerus muncul dalam panggung politik nasional, maka selama itu pula kandidat-kandidat yang diusung Demokrat pada wilayah-wilayah strategis akan terjungkal. Apalagi bila SBY ngotot mendorong AHY sebagai capres-cawapres pada Pemilu 2019," demikian Wenry. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya