Andres Manuel Lopez Obrador/Net
Kemarahan terhadap kekerasan dan korupsi membuat rakyat Meksiko membuat pilihan yang mengguncang politik di Negara Amerika Latin itu. Mereka mempercayai politisi sayap kiri Andres Manuel Lopez Obrador (AMLO) menjadi pemimpin untuk memperbaiki kebobrokan pemerintahan.
Hasil hitung cepat yang digeÂlar hingga larut malam, komiÂsi pemilihan memperkirakan AMLO menang antara 53 persen dan 53,8 persen suara. Perolehan luar biasa yang belum pernah terjadi selama bertahun-tahun di negara itu.
Kemenangan Obrador juga merombak tatanan politik di Negeri Aztec itu. Partai penÂgusungnya, National RegenÂeration Movement (Morena), partai baru, berhasil menggeser Partai Institutional RevoluÂtionary Party (PRI) yang telah mendominasi negara itu selama hampir delapan dekade,
Janji kampanye yang diusung Obrador, mulai dari pemberÂantasan korupsi hingga meneÂkan tingginya angka kejahatan, berhasil menarik suara pemilih Meksiko. Prinsipnya yang berÂhaluan kiri dan tekadnya untuk memberantas "mafia kekuasaan" berhasil membawanya ke posisi presiden.
Dalam pidato kemenangannya di Mexico City, Minggu malam (1/7), AMLO berjanji akan memÂperbaiki tatanan pemerintahan Meksiko yang korup. "Ambisi saya adalah mencatatkan nama saya sebagai Preziden Meksiko yang jujur. Saya bertekad memÂbawa negeri ini menjadi negara yang makmur," janjinya.
"Kami tidak bermaksud unÂtuk membangun kediktatoran. Perubahan akan sangat dalam, tetapi sesuai dengan aturan yang ditetapkan," terangnya.
Dua capres pesaing utama; Jose Antonio Meade dan Ricardo Anaya, harus mengakui keungguÂlan AMLO. "Kecenderungan ini menguntungkan Andres Manuel Lopez Obrador, saya mengakui kemenangannya," kata Anaya dalam pidato kepada para penÂdukung.
"Demi kebaikan Meksiko, saya berharap dia sukses terbeÂsar," kata Meade beberapa menit sebelumnya.
Euforia perubahan membuat masyarakat melakukan perayaan di Mexico City. Mereka memadaÂti jalanan Paseo de la Reforma membunyikan klakson yang meneriakkan "Viva Mexico!" Mereka melambaikan bendera-bendera Meksiko dari jendela-jendela mobil dan atap-atap.
Ribuan orang masuk ke alun-alun utama yang dikenal sebagai Zocalo, lokasi bekas wali kota berusia 64 tahun itu meminta dukungan. Banyak yang menari mengikuti alunan musik maÂriachi. Pensiunan guru, Susana Zuniga bahagia. Dia menyebut negaranya telah berevolusi sepÂeri seabad lalu.
Pemimpin jirannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengucapkan selamat atas kemenangan Obrador. "Selamat kepada Andres Manuel Lopez Obrador atas keberhasilannya menjadi presiden terpilih MekÂsiko. Saya menanti untuk bekerja sama dengannya. Akan banyak keuntungan yang dapat dicapai oleh ASdan Meksiko!," cuit Trump lewat akun Twitter pribÂadinya @realDonaldTrump.
Kemenangan AMLO terjadi di tengah alotnya negosiasi antara Meksiko-AS-Kanada dalam KesÂepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara atau NAFTA, serta isu imigrasi Meksiko-AS.
Para pemilih Meksiko berÂharap, presiden terpilih "tangÂguh" dalam diplomasi denÂgan pemimpin dunia, terutama dengan negara tetangga dan khususnya, Presiden Trump, demi mengakhiri polemik peÂrundingan NAFTA serta memÂbawa keuntungan ekonomi di dalam negeri.
"Lopez Obrador adalah seÂorang nasionalis yang kuat, tetapi dia mungkin masih akan mencoba bekerja erat dengan ASmenÂgenai isu-isu tertentu," kata JaÂson Marczak, Direktur Atlantic Council's Adrienne Arsht Latin America Center. ***