Jutaan pemilih di Meksiko memberikan hak suara untuk menentukan presiden baru Meksiko dan 3.400 wakil rakyat di tingkat lokal negara bagian dan federal.
Pemilu Meksiko merupaÂkan pemilu terbesar di Amerika Latin. Sebanyak 3.400 kursi wakil rakyat di tingkat lokal negara bagian dan federal diÂperebutkan.
Ada empat calon presiden yang bersaing. Yaitu, Andres Manuel Lopez Obrador (AMLO) dari partai National Regeneration Movement (Morena), Ricardo Anaya dari National Action Party (PAN), Jose Antonio Meade dari Institutional Revolutionary Party (PRI) dan Jaime Rodriguez Calderon yang maju secara indeÂpenden.
Dilansir
Guardian, kemarin, jajak pendapat menyebut Lopez Obrador bakal memenangkan pemilihan presiden. Lopez ObÂrador maju dari partai baru yang dia bentuk (Morena) yang berhaÂluan kiri, populis dan nasionalis. Selama kampanye, dia berjanji akan melaksanakan reformasi pemerintahan, menindak tegas korupsi di internal birokrasi, serta menekan angka kejahatan yang marak di Meksiko selama masa kepemimpinan presiden saat ini, Enrique Pena Nieto.
Pakar pun menilai, Lopez ObraÂdor di atas angin, karena banyak calon pemilih menginginkan capres yang bisa memenuhi janji perubahan saat kampanye, teruÂtama terkait isu pemberantasan korupsi yang selama ini luput dari perhatian Presiden Nieto.
Dari tiga kandidat yang ketat menyaingi Lopez Obrador, capres Ricardo Anaya dari PAN adalah peÂsaing utama. Sebagai politisi muda kawakan, Anaya naik ke kasta teraÂtas dunia politik Meksiko dan PAN atas reputasinya sebagai perencana kebijakan yang teliti serta karakÂternya yang blak-blakan.
Selama kampanye, Anaya berÂjanji akan memerangi kemiskinan dengan memberikan insentif buÂlanan kepada semua orang MekÂsiko. Dia juga akan menindak tegas korupsi.
Institutional Revolutionary Party saat ini merupakan partai pemerintah, pengusung Presiden Nieto, serta telah menjadi mesin poliÂtik dominan di Meksiko selama hampir 80 tahun sejak negara itu merdeka.
Warga Meksiko kian memandang partai itu sebagai organisasi yang memberikan struktur kemapanan bagi aktivitas korupsi dan kolusi di pemerintahan. Karenanya, banyak orang Meksiko tidak menginginkan PRI kembali berkuasa selama enam ke depan. Demikian seperti dikutip dari Al Jazeera.
Di posisi terakhir dalam jajak pendapat adalah Jaime RodriÂguez Calderon, seorang kandidat independen. Calderon selama kampanye, banyak ditertawakan. Dalam acara debat capres dia mengusulkan potong tangan para pegawai negeri yang mencuri uang rakyat. ***