Berita

Blerim Dzemaili/Net

Olahraga

Berkah Kecepatan Transisi

Swiss vs Kosta Rika 2-2
JUMAT, 29 JUNI 2018 | 10:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Swiss hanya bisa bermain im­bang 2-2 (1-0) melawan Kosta Rika di matchday 3 Grup E Piala Dunia 2018 di Nizhny Novgorod Stadium, kemarin pagi WIB. Tambahan satu angka sudah cukup mengamankan langkah Blerim Dzemaili ke 16 besar.

Pertandingan berlangsung dengan tempo sedang namun cukup menarik. Sebab Swiss bermain untuk mencari kemenangan sementara Kosta Rika, meski tak berpeluang lolos ke fase knock out, tetap bermain terbuka dan tak asal-asalan.

Bagi Swiss hasil imbang ini membuat mereka meraih total lima poin dan duduk sebagai runner-up Grup E. Mereka juga berhak meraih satu tiket lolos ke babak 16 besar, setelah pe­saingnya yakni Serbia kalah dari Brazil.


Pelatih Kosta Rika Oscar Ramirez menilai para pemainnya kewalahan saat menghadapi Swiss di laga terakhir Grup E.

Ya, Kosta Rika memang kerepotan untuk bisa mempertahank­an bola. Bahkan, mereka hanya mampu mengusai bola sebanyak 40 persen. Pemainnya tidak bisa mengikuti kecepatan transisi yang ditampilkan Swiss.

Kejadian itu membuat mereka tertinggal lebih dahulu ketika Blerim Dzemaili memanfaatkan umpan dari Breel Embolo untuk mencetak gol pada menit ke-31. Selain itu, Josip Drmic juga mengembalikan keunggulan Swiss dua menit sebelum laga usai. Tetapi, Kosta Rika memberi tekanan di babak kedua da­pat membalas melalui tandukan Kendall Watson (56), serta gol bunuh diri Yann Sommer (90).

Usai mendampingi Los Ticos di Piala Dunia 2018, masa depan Ramirez tidak menentu. Walau su­dah menangani Kosta Rika sejak 2015, dia tidak dikontrak secara permanen. Meski begitu, man­tan pelatih Alajuelense itu tidak memusingkan keadaan itu dan memilih untuk segera pulang.

"Besok saya akan terbang kembali dan lihat bagaimana nantinya. Saat ini nasib saya masih belum ditentukan. Satu yang pasti, saya kembali ke ke­luarga saya," tutur Ramirez.

Pelatih Swiss Vladimir Petkovic menilai anak asuhnya tidak bermain seperti biasa. "Kami terlalu banyak memberi penguasaan bola kepada mer­eka. Kami juga kalah duel satu lawan satu. Ini penampilan yang jauh berbeda, jika dibandingkan ketika kami menghadapi Brasil dan Serbia," kata Petkovic, di­kutip ESPN.

Swiss berstatus runner-up grup di bawah Brazil. Rossocrociati akan bertemu Swedia selaku juara Grup F pada fase 16 besar.

Petkovic menyatakan, tak perlu juga terlalu banyak men­ganalisis. Akan tetapi, ia mene­kankan pentingnya bagi pasu­kannya agar tidak mengulangi kesalahan serupa. "Saya yakin pertandingan berikutnya akan jauh lebih baik," ujar jurutaktik usia 54 tahun ini.

Swiss tidak turun dengan kekuatan terbaik saat bertemu Swedia nanti. Stephan Lichsteiner dan Fabian Schaer menda­pat akumulasi kartu kuning se­hingga harus menjadi penonton. "Itu bukan skenario yang ideal," kata Dzemaili. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya