Berita

Foto/Dok

Nusantara

Pemenang 10 Pilgub 2018 Versi Quick Count iPol Indonesia

RABU, 27 JUNI 2018 | 19:30 WIB | LAPORAN:

IT Research and Politic Consultan (iPol) Indonesia merilis prediksi pemenang dengan jumlah perolehan suara di Pilkada Sumatera Utara, Jatim, Bali dan Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jateng, Jabar, Riau, Kalbar, Lampung.

Direktur iPol Indonesia Petrus Hariyanto mengatakan, rilis iPol Indonesia kali ini menampilkan metode yang berbeda dalam rangka hari H pilkada serentak gubernur beberapa Propinsi di Indonesia.

Tidak saja menilai dari sisi riset, tapi juga 6 elemen pengolahan data dan analisa terkini dari kesiapan masing masing kandidat dalam cipta kondisi kemenangannya di 10 provinsi.


Metode ini disebut dengan iPol inside, yaitu mix methode yang membaca dan memprediksi kemenangan kandidat berbasis teknologi politik pemenangan pemilu. Selain itu, juga dibantu menggunakan big data dan laporan jaringan iPol se-Indonesia, yang memonitor hasil Penghitungan Suara di 10 provinsi hingga hari H pemilihan.

"Semua data dan analisa di kaji secara mendalam oleh Tim Ahli di iPol Riset, iPol Institute dan iPol Success sebelum data dirilis. Hasil dalam 10 Pilgub yang di Monitor langsung iPol Indonesia menunjukkan bila Prediksi iPol mendekati kebenaran. Seperti bukti bahwa Khofifah bakal unggul di Jatim, demikian halnya dengan Ganjar di Jateng dan Ridwan Kamil di Jabar," ungkap Petrus dalam keterangannya, Rabu (27/6/2018).

"Menggunakan 6 elemen indikator yang diturunkan. iPol sejak awal menilai bila kemenangan akan diraih oleh para 10 calon Gubernur," sambungnya.

Keenam elemen itu yakni pertama, data peta politik Pilgub 2008, 2013 (kecenderungan 10-15 tahun terakhir) dan pergerakan sebaran suara kandidat 2018.

Kedua, data karateristik 'trend elektabilitas tetap' pemilih di lima provinsi tersebut. Lalu ketiga, riset tokoh berpengaruh di Sumsel, keempat data viral di sosial media. Kelima, big data iPol media monitoring (monitoring terkini pergerakan trend dan issue media monitoring).

Keenam adalah data hasil pantauan pergerakan jaringan iPol Indonesia yang terus memonitor hasil pergerakan mesin pemenangan dalam meraih suara.

Ia menambahkan, iPol merilis angka melalui Indeks Pemenang Kepala Daerah (IPK) diantaranya Jawa Timur. Hasil iPol Inside, pasangan Khofifah-Emil unggul tipis memenangi Pilkada Jatim.

"Dalam hitungan kami, setelah coblosan siang ini, yang memenangi Pilgub adalah pasangan Khofifah Emil dengan suara 50,78 persen, sedangkan Gus iPul - Puti 49,67 persen," kata Petrus.

Sementara di Provinsi Sumut, sambung Petrus, Edy Ramayadi-Musa peroleh 51.78 persen (2.336.884), pasangan Djarot-Sihar peroleh 48.22 persen (2.188.477). Sedangkan di Bali pasangan Koster-Ace peroleh 51.46 persen suara dan Mantra-Kerta peroleh 49.25 persen.

Untuk di Kaltim pasangan Isran Noor-Hadi memenangi Pilgub Kaltim dengan perolehan suara 30.21 persen (492.653), Rusmadi Wongso-Safarudin 25.79 persen (420.573), Jaang-Awang 23,83 (388.447), Andi-Ismail 20.08 persen (327.457).

Untuk 5 provinsi lainnya, Pilgub Jabar menurut iPol hasil iPol Inside cenderung dimenangkan Ridwan Kamil - UU 35.33 persen (7.845.770), Derajat Syaichu 30.45 persen (6.762.063), TB Hasanuddin - Anton Charliyan 11.98 persen (2.660.411). Deddi - Mulyadi Pilgub 22.24 persen (4.938.860).

Jateng dimenangkan Ganjar Pranowo - Taj Yasin dengan nilai 58.34 persen, Sudirman Said - Ida Fauziyah 41.93 Persen. Pilgub Lampung hasil iPol Inside menunjukkan kemenangan di raih oleh Arinal - Chusnuniah 32.25 persen (1.301.605), disusul oleh Herman HN - Sutono 25.67 persen (1.036.038), Ridho - Bahtiar 23.05 persen (930.295), Mustafa - Jazuli 18.97 persen (765.627).

Pilgub Kalimantan Barat Sutarmidji-Ria Norsan 43.79 persen (1.053.276), Karolin-Gidot 30.32 persen (729.284), Milton-Boyman 25.89 persen (622.729). Sedangkan Pilgub Riau dimenangkan oleh Arsyad-Suyatno 40.80 persen (1.034.712), Syamsuar-Edi 24.43 persen (619.609), Luqman-Hardianto 18.80 persen (476.916), Firdaus-Rusli 17,58 persen (445.796).

Mesin politik kandidat yang bekerja aktiv, adalah ukuran utama yang mempengaruhi pergeseran suara dalam melakukan pendulangan dan pengamanan suara. Dalam Release kami, pasti ada perbedaan dan selisih, tapi kita tetap menunggu juga dengan hasil rekapitulasi KPU. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya