Berita

Nusantara

Gakkumdu Lampung Diminta Tegas Sikat Pelaku Politik Uang

RABU, 27 JUNI 2018 | 10:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kementerian Dalam Negeri meminta Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Lampung tegas dan cepat menyikapi masifnya politik uang pada Pilkada Provinsi Lampung 2018.

Kepada Bawaslu Lampung, Kemendagri lewat Dirjen Otda Soni Sumarsono berpesan agar berani menjatuhkan sanksi kepada pelaku politik uang.

Demikian disampaikan Dirjen Otda Soni Sumarsono saat melakukankunjungan kerja ke Lampung pada Selasa kemarin (26/6).


Jelang pencoblosan Pilkada Lampung, pada masa tenang, Lampung diguncang "serangan fajar" alias politik uang (money politics) mulai Minggu (24/6) hingga Selasa (26/6).

Minggu (24/6), Bawaslu Lampung mencatat ada lima kasus dugaan money politics yang dilakukan tim pasangan calon Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim di berbagai kabupaten dan kota.

Senin (25/6), masyarakat kembali menyerahkan bukti dugaan politik uang yang dilakukan relawan paslon Arinal-Chusnunia di Desa Cimanuk, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran.

Pada H-1, Selasa (26/6), serangan fajar terjadi di Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tulangbawang, dan Kota Bandarlampung.

Dilansir dari RMOL Lampung, desas-desus politik uang terdengar dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Hanya, indikasi tersebut belum resmi tercatat Bawaslu Lampung. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya