Berita

Foto: RMOL

Nusantara

PILKADA SERENTAK 2018

Kapolda Jateng: Komitmen Netralitas Sudah Dilaksanakan Sebelum Kampanye

SELASA, 26 JUNI 2018 | 23:22 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ada dua hal yang harus diperhatikan anggota kepolisian agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Kedua hal itu dapat menjaga netralitas Polri dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.

"Pertama Pilkada 2018, anggota Polri harus netral, netral itu kewajiban, komitmen netralitas itu kita sampaikan bukan hanya sekarang tapi sejak sebelum kampanye sudah kita laksanakan,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono saat ditemui di kantornya, Selasa (26/6).


Menurut dia, komitmen netralitas Polri yang dimaksud adalah tidak membuat kewenangan untuk membela salah seorang pasangan calon, dengan cara memberikan pengamanan yang sama terhadap masing-masing calon dan pendukungnya.

Hal kedua yang ditekankan oleh mantan Kakorlantas Polri itu kepada anggotanya yaitu lakukan pengamanan maksimal.

"Komitmen netralitas harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan kedua baru kita lakukan pengamanan,” jelas Condro.

Sikap dan tindakan itu, sambung dia, ialah dengan tidak ikut melakukan rekapitulasi ataupun mendokumentasi hasil pemungutan suara di setiap TPS sehingga menimbulkan tafsir aparat seolah-olah memihak.

Untuk memagari agar anggotanya tidak ikut-ikutan dalam Pilkada, Condro mengaku tidak akan pandang bulu dalam memberikan sanski terhadap bawahanya yang bermain.

Hukuman teringan sendiri bisa berupa teguran atas pelanggaran disiplin dan kode etik.

Selain itu sanksi mutasi bersifat demosi atau penurun jabatan dan kurungan juga siap diterapkan sebagai sanksi berat.

"Sanksi disiplin dan kode etik ada gradasinya seperti apa misalnya mutasi bersifat demosi, yang kedua kurungan di tempat khusus kemudian sanksi daripada undang-undang pemilu itu ditangani Panwaslu," demikian Condro. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya