Berita

Foto/Net

Nusantara

Perwira Mabes Polri Hantam 7 Anak Buahnya Pakai Helm Baja

SELASA, 26 JUNI 2018 | 15:20 WIB | LAPORAN:

Kepala Pusat Pendidikan Administrasi (Pusdikmin) Lembaga Pendidikan Kilat (Lemdiklat) Mabes Polri Kombes EB, dilaporkan ke Polda Jawa Barat karena diduga menghantam 7 anak buahnya dengan helm baja.

Dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, para korban yang terdiri dari polisi dan PNS ini menderita benjol dan luka hingga mengalami muntah-muntah.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo enggan berkomentar. Namun, ia membenarkan Polda Jabar telah menerima laporan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan EB.


"Memang benar laporannya ada di Polda Jabar, karena lokus kejadiannya memang wilayah Polda Jabar.  Yang jelas kita terima laporannya. Tetapi kalau untuk pernyataan tanya ke Mabes Polri saja. Karena baik pelapor maupun terlapor itu kesatuannya Mabes Polri. Saya sudah sampaikan ke Karo Penmas," ungkapnya, Selasa (26/6).

Informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan yang diduga dilakukan sang perwira polisi ini dipicu masalah sepele. Saat itu, mobil Kombes EB tak bisa masuk lantaran terhalang mobil box catering yang mengantar makanan siswa Pusdikmin. Saat itu, anggota Polri  yang sedang tugas jaga tak ada di tempat.

Diduga kesal, EB langsung memukuli anggota penjagaan menggunakan helm baja yang ada di meja piket, sambil  menanyakan anggota piket yang lain.

Setelah semua anggota piket terkumpul (5 orang), langsung dihantam dengan helm baja bergantian di kepala. Dua personil yang terakhir datang hanya ditendang tulang keringnya. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya