Berita

Foto: RMOL

Dunia

OLEOLE DARI CHINA

Dari Makam Kuno Di Sebelah Bandara Modern Hingga Pasukan Terakota Dan Tembok Kota Tua Yang Memukau

SELASA, 26 JUNI 2018 | 12:49 WIB

PADA tanggal 22 Juni 2018, delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tiba di bandara Xian, China. Keesokan harinya, delegasi meninjau area administrasi bandara baru tersebut.

Terdapat 5 terminal dan 5 runway, kini terdapat satu terminal dan dua runway tahap akhir pembangunan. Tercatat sebanyak 341 maskapai domestik dan luar negeri sudah mendarat di bandara ini.

Bandara ini bersebelahan dengan Xunlin, kuburan ibunda raja wanita Wu Zhi Dian yang bernama Yang Lin pada dinasti Tang. Yang Lin hidup sekitar 500 sampai 581 Masehi, sedangkan kuburannya ditemukan pada tahun 1990-an.


Hebatnya masyarakat sekitar bandara memanfaatkan kesempatan di bawah kordinasi kepala desa. Warga membuka penginapan murah, khusus untuk menampung penumpang transit. Selain itu, warga juga menyediakan warung makan murah meriah, kamar tidur bersih dan rapi.

Menurut informasi Kepala Desa Lei Gong Zai, penghasilan penginapan sederhana per tahun RMB 300.000 atau sekitar Rp 650 juta per rumah. Di kawasan tersebut, terdapat puluhan penginapan sederhana apik dan bersih.

Desa ini bernama Kepala Batu Besar berpenduduk sekitar 1.300 jiwa. Dinamakan Desa Kepala Batu Besar, karena sekitar 600 tahun yang lalu tempat ini kejatuhan batu dari luar angkasa atau meteor.

Pada Minggu (24/6) pagi, delegasi meninjau pasukan Terakota yang ditemukan pada tahun 1974 di Distrik Lintong, Xian Provinsi Shanxi oleh petani lokal. Semua temuan berbentuk 8.099 prajurit dan kuda dengan ukuran asli, terletak di komplek makam kaisar pertama Dinasti Qing, yaitu Kaisar Qing Shi Huang. Pasukan Terakota dibangun dari tahun 246 Sebelum Masehi (SM) tak lama setelah Kaisar Qing Shi Huang diangkat menjadi penguasa. Kini komplek Pasukan Terakota ini diterima sebagai situs warisan dunia UNESCO.

Shi Huang adalah kaisar pertama yang dilahirkan sekitar Desember 259 SM, dengan nama Ying Cheng. Ia dikenal sebagai kaisar pertama yang mempersatukan Tiongkok dengan menaklukkan enam negara lainnya.

Qing Shi Huang yang menyelesaikan dan menghubungkan tembok besar China secara keseluruhannya dengan panjang 8.850 km, atau sepanjang 6 kali jarak Jakarta dan Surabaya yang hanya 734 km. Jutaan buruh meninggal akibat membangun dan mempersatukan tembok besar China tersebut.

Qing Shi Huang berjasa mempersatukan Tiongkok, dengan mengunakan huruf Han atau Mandarin sebagai bahasa persatuan. Sehingga, semua buku berbahasa lokal dimusnahkan dan hanya boleh memakai bahasa Mandarin.

Selain itu, Qing Shi Huang juga menyatukan dan menyamakan satu unit ukuran dalam aspek kehidupan seperti satuan berat dan panjang, serta satu moneter jenis mata yang seragam. Bahkan, jarak antar sumbu roda kereta kuda diseragamkan ukurannya, dan pembuatan jalan diusahakan dilewati dua pedati pas berseberang jalan bisa leluasa melewatinya.

Raja Qing Shi Huang adalah raja pertama Dinasti Qing. Dia berkuasa selama 12 tahun, namun akhirnya sakit kemudian meninggal pada usia 50 tahun.

Situs sejarah Pasukan Terakota ternama banyak dikunjungi wisata lokal dan manca negara. Setiap hari terdapat paling sedikit 50.000 pengunjung. Jika hari libur atau hari besar bisa mencapai sampai 150.000 pengunjung per hari.

Pada Senin (25/6) pagi, delegasi berkunjung ke Harian Xian. Nasib koran off line (cetak) di China juga mengalami penurunan oplah. Dari 200.000 examplar kini menurun drastis, karena tidak mampu membendung dan bersaing dengan media online yang memaksa berpindah ke media elektronik.

Siangnya, delegasi sempat berkunjung kota tembok Xian yaitu Weng Cheng yakni bangunan dasar pertama saat awal dinasti Xui tahun  580 Masehi. Kemudian dilanjutkan pembangunan lengkap pada dinasti Ming pada tahun 1370-1378.

Jadi tembok kota tua ini telah bersejarah kurang lebih 600 tahun. Total bangunan tembok pagar tinggi antara 10 sampa 12 meter, dengan panjang 13,94 km. Pada tahun 1926, sebagian tembok roboh namun kemudian direnovasi pada tahun 2014. [***]

Hendry Jurnawan
Penasehat PWI Kalimantan Barat, anggota delegasi Persatuan Wartawan Indonesia ke Republik Rakyat China, 19-25 Juni 2018.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya