Berita

Altantuya Shaaribu/Net

Dunia

Polisi Malaysia Mau Buka Kasus Pembunuhan Model Mongolia

Altantuya Shaaribu
SELASA, 26 JUNI 2018 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kepolisian Diraja Malay­sia memulai upaya penyelidi­kan ulang kasus pembunuhan kasus model asal Mongolia, Altantuya Shaaribu.

Kepolisian juga tengah mempertimbangkan untuk membentuk komite khusus untuk memproses kasus Shaaribu atau tidak.

"Kami tengah meninjau perlu tidaknya komite khusus yang mengurusi kasus ini. Kami masih dalam tahap awal penyelidikan," ujar Wakil Ins­pektur Jenderal Polisi Tan Sri Noor Rashid Ibrahim.


"Kami ingin melihat dasar-dasar tuduhan baru sebelum kita memutuskan bagaimana untuk bergerak ke depan," sambungnya.

Sejauh ini belum ada rencana memanggil kembali saksi-saksi yang sebelumnya telah diper­iksa. Namun, kemungkinan untuk memanggil saksi-saksi lama itu masih terbuka.

Salah satu orang yang mungkin dipanggil dalam penyelidikan ulang adalah Deputi Inspektur Musa Safri, yang merupakan bekas staf atau aide-de-camp bekas Per­dana Menteri Najib Razak.

"Kami tahu di mana dia. Saya paham bahwa dia masih ada di dalam negara ini," ujar Noor Rashid.

Altantuya (28) tewas di­bunuh di Malaysia pada 2006. Dia diyakini ditembak mati sebelum jenazahnya diledak­kan dengan peledak hingga hancur berkeping-keping di sebuah hutan dekat Subang Dam, Puncak Alam, Shah Alam.

Dua bekas anggota polisi Malaysia bernama Sirul Azhar Umar dan Azilah Hadri divo­nis mati atas pembunuhan ini. Namun pertanyaan soal motif dan siapa yang memerintah­kan pembunuhan Altantuya tidak pernah terjawab.

Pada 20 Juni lalu, ayah men­diang Altantuya, Dr Shaaribu Setev, mengajukan laporan polisi agar penyelidikan kasus pembunuhan putrinya dibuka kembali.

Ayah Altantuya juga menye­but nama Musa Safri dalam laporan terbarunya.

"Musa merupakan saksi mata sangat krusial karena dia mampu memberikan infor­masi soal siapa yang mengin­struksikannya mengamankan kedatangan Azilah dan Sirul dan untuk tujuan apa," ujar ayah Altantuya dalam laporan ke polisi Malaysia.

Kasus Altantuya ini meny­eret nama Najib. Altantuya diduga dibunuh terkait peran­nya sebagai penerjemah dan rekan Abdul Razak Baginda, bekas penasihat Najib, dalam perundingan pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan raksasa Pran­cis, DCNS pada 2002. Pem­belian kapal selam itu diduga kuat sarat penyuapan.

Najib telah membantah tuduhan terkait Altantuya maupun tuduhan korupsi da­lam pembelian kapal selam tersebut. Namun diketahui bahwa pembelian kapal selam itu terjadi saat Najib menjabat Menteri Pertahanan Malaysia antara tahun 2000-2008 dan Abdul Razak menjadi penasi­hatnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya