Polda Jawa Tengah menurunkan pasukan penjinak bom dan Gegana bakal menyisir sejumlah tempat pemungutan suara yang rawan akan serangan teror.
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan turunnya tim jihandak dan Gegana Brimob untuk meminimalisir aksi teror jelang hari pencoblosan pada 27 Juni mendatang.
Hal ini, sambung Condro, untuk meyakinkan sekaligus mengajak masyarakat agar tidak ragu menggunakan hak pilihnya.
"Saya yakinkan kembali kepada seluruh warga masyarakat bahwa TPS aman. Silahkan, karena akan ada kegiatan sterilisasi malam hari sampai pagi dijaga oleh petugas Linmas dan anggota TNI dan Polri menjaga," tegas Condro Kirono di Mapolda Jateng, Senin (25/6).
Selain upaya sterilisasi TPS, pasukan Brimob bersama tim Gegana Polda Jateng telah didistribusikan ke kabupaten/kota yang dicurigai sebagai basis teroris.
Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan teroris menjelang Pilkada serentak. Terbukti, pihaknya telah mengamankan enam terduga teroris di tiga kabupaten di Jateng.
"Jawa Tengah kita sudah pro aktif dari Densus 88, dari TNI-Polri sudah pro aktif dimana rencana-rencana upaya itu ada enam yang sudah dilakukan penangkapan. Baik itu di Kebumen, Karanganyar dan di Kendal dan itu kita terus akan memantau rencana-rencana mereka," ujarnya seperti diberitakan
Kantor Berita RMOLJateng.
Untuk itu, Condro berharap para warga masyarakat bisa dengan tenang dan tidak khawatir berbondong-bondong mendatangi TPS untuk memilih paslon sesuai hati nurani tanpa ada intimidasi, ancaman dan paksaan.
"Silahkan membanjiri TPS-TPS, banjiri, hadirilah TPS-TPS itu, salurkan TPS-TPS itu salurkan pilih sesuai hati nurani masing-masing. Tidak boleh ada intimidasi-intimidasi, tidak boleh ada ancaman-ancaman terhadap warga masyarakat," pungkasnya.
[nes]