Berita

Illustrasi/Net

Nusantara

Di Jateng Tim Jihandak Dan Gegana Sisir TPS Rawan Serangan Teror

SENIN, 25 JUNI 2018 | 22:07 WIB | LAPORAN:

Polda Jawa Tengah menurunkan pasukan penjinak bom dan Gegana bakal menyisir sejumlah tempat pemungutan suara yang rawan akan serangan teror.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan turunnya tim jihandak dan Gegana Brimob untuk meminimalisir aksi teror jelang hari pencoblosan pada 27 Juni mendatang.

Hal ini, sambung Condro, untuk meyakinkan sekaligus mengajak masyarakat agar tidak ragu menggunakan hak pilihnya.


"Saya yakinkan kembali kepada seluruh warga masyarakat bahwa TPS aman. Silahkan, karena akan ada kegiatan sterilisasi malam hari sampai pagi dijaga oleh petugas Linmas dan anggota TNI dan Polri menjaga," tegas Condro Kirono di Mapolda Jateng, Senin (25/6).

Selain upaya sterilisasi TPS, pasukan Brimob bersama tim Gegana Polda Jateng telah didistribusikan ke kabupaten/kota yang dicurigai sebagai basis teroris.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan teroris menjelang Pilkada serentak. Terbukti, pihaknya telah mengamankan enam terduga teroris di tiga kabupaten di Jateng.

"Jawa Tengah kita sudah pro aktif dari Densus 88, dari TNI-Polri sudah pro aktif dimana rencana-rencana upaya itu ada enam yang sudah dilakukan penangkapan. Baik itu di Kebumen, Karanganyar dan di Kendal dan itu kita terus akan memantau rencana-rencana mereka," ujarnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Untuk itu, Condro berharap para warga masyarakat bisa dengan tenang dan tidak khawatir berbondong-bondong mendatangi TPS untuk memilih paslon sesuai hati nurani tanpa ada intimidasi, ancaman dan paksaan.

"Silahkan membanjiri TPS-TPS, banjiri, hadirilah TPS-TPS itu, salurkan TPS-TPS itu salurkan pilih sesuai hati nurani masing-masing. Tidak boleh ada intimidasi-intimidasi, tidak boleh ada ancaman-ancaman terhadap warga masyarakat," pungkasnya. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya